Tatas Ridho Nugroho
State University of Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hilirisasi Tempe Lokal melalui Pengembangan Tepung Tempe dan Produk Bakery Inovatif Berbasis Smart Packaging Berkelanjutan: Downstream Processing of Local Tempeh through the Development of Tempeh Flour and Innovative Bakery Products with Sustainable Smart Packaging Ani Wilujeng Suryani; Tatas Ridho Nugroho; Arzendy Berlian Sabrina; Gracia Natali Adonia; Fortunata Fatria
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.11536

Abstract

UMKM berbasis tempe memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi, namun masih terkendala keterbatasan teknologi pengolahan, standardisasi mutu, tata kelola usaha, dan diferensiasi pemasaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan nilai tambah, kapasitas produksi, dan keberdayaan UMKM Keripik Tempe Rohani melalui pengembangan tepung tempe sebagai bahan baku intermediate (setengah jadi), diversifikasi produk roti dan pastry (patiseri), penguatan manajemen usaha, serta penerapan smart packaging (pengemasan pintar) berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penjaminan keberlanjutan. Ketercapaian dievaluasi menggunakan before–after analysis terhadap lima indikator keberdayaan berskala Likert 1–5. Kapasitas produksi meningkat dari 5 kg menjadi 10 kg per hari atau 100%, sedangkan waktu proses berkurang 25%. Substitusi tepung tempe menghasilkan dua varian baru, yaitu roti dan pastry. Penerapan smart packaging memperpanjang pendugaan umur simpan menjadi 95 hari atau 58,3%. Skor keberdayaan mitra 63,9%, dari kategori kurang berdaya menjadi berdaya. Program ini berpotensi menjadi model hilirisasi tempe yang aplikatif dan dapat direplikasi pada UMKM sejenis. Tindak lanjut yang disarankan mencakup penyelesaian legalitas PIRT lini produk baru, penambahan kapasitas mesin pengering, serta pendampingan pascaprogram untuk menjaga konsistensi mutu dan keberlanjutan penerapan teknologi.