Fahrunnisa, Salsabila
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT KELURAHAN PAJAJARAN MENGENAI STUNTING DAN PEMANFAATAN KATUK SEBAGAI BISKUIT PENCEGAH STUNTING Wilar, Gofarana; Ismail, Dzava Prawinsyah Fairus; Nyratri, Btari Kalisha; Yani, Indri Widuri; Adzkia, Qonita; Rahmatullah, Alifa Aisyah; Putri, Najlaa Aaqila; Caiceriawati, Adela; Hafizha, Nazla Liyana; Putri, Aisya Novenia; Fahrunnisa, Salsabila
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 6, No 1 (2025): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v6i1.65414

Abstract

Stunting merupakan kondisi yang menggambarkan status gizi kurang yang memiliki sifat kronis pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Hingga saat ini permasalahan stunting masih terjadi pada masyarakat termasuk Kelurahan Pajajaran, Kota Bandung. Salah satu solusi untuk mengatasi stunting adalah dengan meningkatkan asupan gizi yang seimbang pada anak, salah satunya melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang kaya nutrisi. Daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr.) dikenal memiliki kandungan gizi yang tinggi, terutama protein dan vitamin yang dapat membantu mendukung pertumbuhan anak. Dalam rangka menanggulangi masalah stunting di Kelurahan Pajajaran, maka program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Kelurahan Pajajaran, terutama anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK)  mengenai stunting dan asupan gizi seimbang serta pemanfaatan daun katuk sebagai bahan baku pembuatan biskuit bergizi. Kegiatan ini meliputi penyuluhan terkait stunting dan pencegahannya melalui bahan pangan bernutrisi, serta edukasi pembuatan biskuit katuk. Pemahaman masyarakat diukur melalui pre-test dan post-test yang diberikan oleh tim pengabdi. Melalui pre-test dan post-test, diketahui bahwa terjadi peningkatan pemahaman responden mengenai stunting dan potensi katuk sebagai bahan pangan pencegah stunting.