Miftahus Siddiq
Universitas Semarang, Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH WORK LIFE BALANCE DAN KOMPETENSI DIGITAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI MEDIASI (Studi Pada Pegawai Kantor Pelayanan Pajak Madya Semarang) Miftahus Siddiq; Yuli Budiati; DC. Kuswardani DC. Kuswardani
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 2 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 2 SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i2.41210

Abstract

Peningkatan kinerja pegawai merupakan strategi yang sangat penting bagi organisasi dalam meningkatkan kualitas layanan serta mencapai tujuan institusional. Hal ini juga relevan bagi Kantor Pelayanan Pajak Madya Semarang (KPP Madya Semarang) yang dituntut untuk mengoptimalkan kinerja penerimaan pajak. Meskipun berbagai upaya seperti pengembangan kompetensi, peningkatan motivasi pegawai, serta pengawasan kepatuhan material telah dilakukan, hasil yang dicapai belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkelanjutan serta penguatan peran pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pertimbangan empiris terkait upaya peningkatan kinerja pegawai, khususnya dari perspektif Pengawasan Kepatuhan Material (PKM). Penelitian ini menggunakan desain explanatory research dengan sumber data primer. Populasi penelitian mencakup seluruh 116 pegawai KPP Madya Semarang yang dipilih menggunakan teknik sampling sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance dan kompetensi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Selain itu, work life balance, kompetensi digital, dan kepuasan kerja juga terbukti secara signifikan meningkatkan kinerja pegawai. Pengujian mediasi menunjukkan bahwa kepuasan kerja berperan sebagai variabel intervening dalam hubungan antara work life balance dan kompetensi digital terhadap kinerja pegawai.