Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH HARDINESS PERSONALITY TERHADAP HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK DI MTS SA NURUL HIDAYAH KEDUNGREJA sanah-15_7 uus; Ellen Prima Ellen; Ma’fiyatun Insiyah; Laela Mahmudah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.895

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh hardiness personality terhadap hasil belajar Akidah Akhlak siswa MTs SA Nurul Hidayah Kedungreja. Hardiness personality merupakan konstruk psikologi yang dikembangkan oleh Kobasa (1979) terdiri dari tiga dimensi, yaitu commitment, control, dan challenge, yang ecara teoritis berperan sebagai penyangga terhadap tekanan akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linear sederhana terhadap 37 responden yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui angket hardiness personality dan dokumentasi nilai Penilaian Akhir Semester. Analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hardiness personality tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Akidah Akhlak (t hitung = -0,757 lebih kecil dari t tabel = 2,030, p = 0,454 lebih besar dari 0,05), dengan persamaan regresi Ŷ = 80,724 - 0,194X dan koefisien determinasi R² = 0,016. Artinya hardiness personality hanya menjelaskan 1,6 % variansi hasil belajar siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor di luar kepribadian, seperti kualitas pembelajaran dan minat siswa terhadap materi keagamaan, kemungkinan punya kontribusi yang lebih besar terhadap hasil belajar Akidah Akhlak. Implikasi penelitian ini mendorong madrasah untuk tidak hanya bertumpu pada pembinaan kepribadian individual, tetapi juga memperkuat kualitas proses pembelajaran dan sistem evaluasi yang lebih autentik.