Intan Berliana Putri Pangestu
Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Brand Image dan Service Quality terhadap Keputusan Pembelian pada Cinema XXI di Kota Bekasi Intan Berliana Putri Pangestu; Iwan Asmadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.13740

Abstract

Lanskap bioskop tanah air saat ini sedang mengalami pergeseran fungsi yang cukup besar. Menonton di bioskop bukan lagi sekadar sarana rekreasi pengisi waktu luang, melainkan telah menjadi bagian dari identitas sosial dan gaya hidup kaum urban. Tren konsumsi ini tumbuh subur di kalangan generasi muda perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand image dan service quality terhadap keputusan pembelian konsumen pada Cinema XXI di Kota Bekasi, baik secara parsial maupun simultan. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden masyarakat Bekasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dioperasikan melalui metode regresi linear berganda dengan memanfaatkan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil pengujian melalui uji t mengindikasikan bahwa variabel brand image (t = 2,482; sig. = 0,015  < 0,05) dan service quality (t = 4,782; sig. = 0,001  < 0,05) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian konsumen. Selanjutnya, hasil uji F membuktikan bahwa kedua variabel independen tersebut berpengaruh signifikan secara simultan terhadap keputusan pembelian dengan nilai  F hitung = 64,914 > F tabel = 3,09 dengan sig. = 0,001 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R2) yang diperoleh sebesar 57,2% menunjukkan kapasitas variabel bebas dalam menjelaskan variasi keputusan pembelian konsumen, sedangkan sisanya digerakkan oleh faktor lain di luar model estimasi. Berdasarkan temuan ini, pihak manajemen Cinema XXI disarankan untuk terus memperkuat citra merek dan memitigasi hambatan operasional lewat konsistensi kualitas pelayanan fisik guna mendorong volume pembelian yang stabil.