Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN POTENSI SINGKONG DESA BLIMBING MELALUI PELATIHAN PRODUKSI TEPUNG MOCAF DAN PEMASARAN PADA MASYARAKAT DESA Ilham Pangestu; Abigail Putri Mulyadiana; Flora Annafi Ghazelov; Aliya Fadhilla Putri; Weyna Rizky Rahmadhani; Farahiya Ajrin Devitamaya; Kayla Zayika Azizah; Christiano Bryan Budiman; Rismawati Rismawati; Aqila Putri Ayu Utomo; Sunarno Sunarno; Fiya Auliya Lestari
Jurnal Pasopati Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2026.34345

Abstract

Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten memiliki potensi komoditas singkong yang cukup besar, namun pemanfaatannya masih didominasi dalam bentuk umbi segar sehingga nilai tambah ekonomi yang dihasilkan belum optimal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah singkong menjadi Modified Cassava Flour (MOCAF) serta memberikan pemahaman mengenai strategi pengembangan usaha melalui pengendalian mutu, pengemasan, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), dan pemasaran produk. Kegiatan dilaksanakan pada 29 Juli 2026 di Balai Desa Blimbing dengan melibatkan 39 peserta yang berasal dari sekitar 11 RW. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang terdiri atas dua tahapan, yaitu sosialisasi dan demonstrasi. Tahap sosialisasi meliputi penyampaian materi mengenai potensi komoditas singkong, flowchart dan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi tepung MOCAF, pengendalian mutu, strategi pemasaran, serta simulasi perhitungan HPP yang disesuaikan dengan segmentasi pasar di Kabupaten Klaten. Tahap demonstrasi dilakukan secara interaktif dengan memperagakan proses pembuatan tepung MOCAF secara langsung, disertai diskusi dan pembagian sampel produk kepada peserta. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat selama pelaksanaan program serta meningkatnya pemahaman peserta mengenai proses produksi dan peluang pengembangan tepung MOCAF sebagai produk unggulan berbasis potensi lokal. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong diversifikasi produk singkong, memperkuat kapasitas masyarakat, serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan di Desa Blimbing.
AUDIT ENERGI SISTEM KELISTRIKAN MENGGUNAKAN METODE PARTISIPATIF DI SMPN 3 MRANGGEN DESA BATURSARI, MRANGGEN, DEMAK Syahmi Al Qalby; Bagas Ariyanto; Humayra Salsa Nabila; Esther Natalia Andhadewi; Muhammad Luqman Hakim; Sunarno Sunarno; Satriyo Adhy; Fiya Auliya Lestari
Jurnal Pasopati Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2026.34374

Abstract

Audit energi kelistrikan merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi sekaligus menjaga keandalan instalasi listrik di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Mranggen, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) yang melibatkan kolaborasi lintas jurusan, yaitu Teknik Elektro, Teknik Listrik Industri, Agribisnis, dan Ilmu Komunikasi. Tujuan kegiatan ini adalah mengidentifikasi kondisi penggunaan energi listrik, mengevaluasi kelayakan instalasi kelistrikan, menganalisis potensi pemborosan energi beserta dampak ekonominya, serta menilai efektivitas program pencerdasan hemat energi terhadap perubahan perilaku warga sekolah. Metode yang digunakan meliputi inventarisasi peralatan listrik pada 46 ruangan, perhitungan estimasi konsumsi energi, inspeksi visual kondisi instalasi, analisis ekonomi, serta pelaksanaan sosialisasi melalui presentasi interaktif, diskusi, kuis, dan komitmen bersama. Audit dilakukan dalam tiga tahap, yaitu sebelum sosialisasi (13 Juli 2026), setelah sosialisasi tahap pertama (16 Juli 2026), dan evaluasi lanjutan (24 Juli 2026). Hasil audit menunjukkan total daya terpasang sebesar 41.302 W dari 188 item peralatan (590 unit), dengan konsumsi energi awal 184,46 kWh/hari. Audit dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu sebelum sosialisasi, setelah sosialisasi pertama, dan setelah kegiatan penguatan melalui pembelajaran di kelas. Setelah pelaksanaan sosialisasi, konsumsi energi menurun menjadi 12,37%, pada tahap kedua dan 21,78% pada tahap ketiga. Hasil tersebut menunjukkan adanya perubahan positif, dimana siswa menjadi lebih memahami pentingnya penghematan energi.Kata kunci: audit energi, efisiensi energi, sekolah, hemat energi