Dina Oktaviani Putri
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH CHATGPT DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMK: MODERASI TEMAN SEBAYA Dina Oktaviani Putri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.13688

Abstract

ABSTRACT The use of ChatGPT in education has increased significantly, creating new opportunities for students to access information quickly. However, its effectiveness in fostering critical thinking skills remains inconclusive, particularly in vocational education. This study aimed to examine the effects of ChatGPT usage and self-regulated learning on students' critical thinking skills in Basic Banking courses, as well as to investigate the moderating role of peer social support. This research employed a quantitative explanatory approach involving 83 tenth-grade students from the Accounting and Institutional Finance (Akuntansi Keuangan Lembaga/AKL) program at SMKN 10 Surabaya, selected through simple random sampling. Data were analyzed using Multiple Linear Regression and Moderated Regression Analysis (MRA). The findings revealed that ChatGPT usage had no significant effect on students' critical thinking skills, whereas self-regulated learning had a positive and significant effect. Furthermore, peer social support did not moderate the relationship between ChatGPT usage and critical thinking skills, nor did it moderate the relationship between self-regulated learning and critical thinking skills. These findings provide empirical evidence that students' critical thinking skills in Basic Banking learning are more strongly influenced by the internal factor of self-regulated learning than by the intensity of Artificial Intelligence-based technology use or peer social support. The study highlights the importance of instructional strategies that strengthen self-regulated learning while promoting the reflective, analytical, and responsible use of ChatGPT to enhance students' critical thinking skills. ABSTRAK Pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran semakin meningkat dan membuka peluang baru bagi peserta didik untuk memperoleh informasi secara cepat. Namun, efektivitas penggunaannya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis masih menunjukkan hasil yang beragam, sehingga diperlukan kajian empiris pada konteks pendidikan vokasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aktivitas penggunaan ChatGPT dan kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Perbankan Dasar, serta menguji peran dukungan sosial teman sebaya sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan sampel sebanyak 83 siswa kelas X Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL) SMKN 10 Surabaya yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Regresi Linear Berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penggunaan ChatGPT tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis, sedangkan kemandirian belajar berpengaruh positif dan signifikan. Selain itu, dukungan sosial teman sebaya tidak terbukti memoderasi pengaruh aktivitas penggunaan ChatGPT maupun kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis. Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Perbankan Dasar lebih dipengaruhi oleh faktor internal berupa kemandirian belajar dibandingkan intensitas penggunaan teknologi berbasis Artificial Intelligence maupun dukungan sosial teman sebaya. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya strategi pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan kemandirian belajar dengan pemanfaatan ChatGPT secara reflektif, analitis, dan bertanggung jawab untuk mendukung berkembangnya kemampuan berpikir kritis siswa.