Syarwani Canon
Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TANTANGAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL: STUDI KASUS PADA SMP NEGERI 1 TILONGKABILA Martina Marsela Bonkur Kakyarmabin; Syarwani Canon; Melizubaida Mahmud; Radia Hafid; Ardiansyah Ardiansyah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.14462

Abstract

The rapid development of digital technology requires a transformation of learning methods in secondary schools; however, differences in adaptability and digital literacy levels among educators trigger a learning effectiveness gap that is crucial to study in depth. This study aims to analyze the readiness of senior, middle, and junior teachers in adapting technology-based learning, identify the challenges faced in digital learning, and examine teacher adaptation strategies at SMP Negeri 1 Tilongkabila. This study employs a qualitative approach with a case study design. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that teachers' readiness in digital learning varies. Junior teachers tend to be better prepared to utilize technology, middle teachers are in the adaptation stage, while senior teachers still face various internal obstacles regarding skills and technology anxiety. In addition to internal teacher challenges, external challenges were also found, such as limited facilities, differences in students' abilities, and changes in students' characteristics in the digital era. To overcome these challenges, teachers implement various strategies, such as flexible use of technology, group learning, and adjustments to teaching methods based on students' conditions. These findings show that successful digital learning requires teacher readiness, facility support, and adaptive learning strategies. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut adanya transformasi metode pembelajaran di sekolah menengah, namun perbedaan tingkat adaptabilitas dan literasi digital di antara para pendidik memicu kesenjangan efektivitas pembelajaran yang krusial untuk diteliti secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan guru senior, middle, dan junior dalam mengadaptasi pembelajaran berbasis teknologi, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran digital, serta mengkaji strategi adaptasi guru di SMP Negeri 1 Tilongkabila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam pembelajaran digital belum merata. Guru junior cenderung lebih siap memanfaatkan teknologi, guru middle berada pada tahap adaptasi, sedangkan guru senior masih menghadapi berbagai kendala internal terkait keterampilan dan kecemasan teknologi. Di samping tantangan internal guru, ditemukan pula tantangan eksternal seperti keterbatasan fasilitas, perbedaan kemampuan siswa, dan perubahan karakter siswa di era digital. Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru menerapkan berbagai strategi seperti penggunaan teknologi secara fleksibel, pembelajaran kelompok, dan penyesuaian metode pembelajaran sesuai kondisi siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran digital memerlukan kesiapan guru, dukungan fasilitas, dan strategi pembelajaran yang adaptif.