Acne vulgaris ialah masalah kulit yang diakibatkan oleh inflamasi di folikel rambut dan kelenjar minyak karena terjadinya sumbatan pada pori-pori. Perkembangan Acne vulgaris dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keturunan, hormon (seperti androgen), pola makan, aktivitas kelenjar sebaceous, keadaan psikologis, perubahan cuaca, tingkat stres, dan juga infeksi bakteri (seperti Propionibacterium acnes), penggunaan produk kecantikan, serta berbagai produk kimia yang lain lain. Stress menjadi salah satu penyebab timbulnya acne vulgaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi adakah terdapat kaitan tingkat stres dan derajat keparahan acne vulgaris pada mahasiswa jurusan studi Tata Rias dan Kecantikan UNP. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif yang menggunakan pendekatan analitik korelasional serta desain cross-sectional. Sebanyak 50 mahasiswa tata rias dan kecantikan diambil sebagai sampel menggunakan metode total sampling dimana seluruh sampel mengalami acne vulgaris. Data stres didapat dari kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) – 10 dan derajat acne vulgaris didapat dari hasil observasi langsung dan divalidasi oleh ahli yang berkompeten. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa banyak dari responden mengalami acne vulgaris dalam tingkat ringan, yaitu sebanyak 31 mahasiswa (62%), sedangkan banyak dari mereka mempunyai derajat tingkat stres dalam kategori berat, sebanyak 25 mahasiswa (50%). Hasil analisis yang dilakukan dengan metode Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat kaitan yang bermakna antara tingkat stres dan derajat keparahan acne vulgaris (P – Value = 0,342; p>0,05). Dari penelitian ini dapat disimpukan bahwa tidak ada kaitan yang bermakna antara tingkat stres dan derajat keparahan acne vulgaris pada mahasiswa jurusan Tata Rias dan Kecantikan UNP.