Latar Belakang: Pencemaran udara merupakan masalah lingkungan yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama akibat paparan Particulate Matter berukuran ≤2,5 µm (PM2.5). Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan PM2.5 masuk hingga jaringan paru dan memicu berbagai gangguan pernapasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan paparan PM2.5 dengan risiko penyakit pernapasan serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi dampak kesehatannya. Metode: Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 20 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2017–2026. Artikel diperoleh dari beberapa database ilmiah berdasarkan kriteria inklusi penelitian yang membahas paparan PM2.5 pada manusia dan dampaknya terhadap sistem pernapasan. Data dianalisis menggunakan sintesis naratif berdasarkan karakteristik paparan, jenis penyakit, dan faktor risiko. Hasil: Kajian menunjukkan bahwa paparan PM2.5 berhubungan dengan peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pneumonia, dan penurunan fungsi paru. Dampak tersebut berkaitan dengan stres oksidatif, inflamasi, kerusakan sel epitel paru, serta gangguan respons imun. Risiko kesehatan juga dipengaruhi oleh konsentrasi dan durasi paparan, sumber pencemar, kondisi lingkungan, usia, dan kondisi kesehatan individu. Anak-anak, lansia, dan individu dengan riwayat penyakit pernapasan merupakan kelompok yang lebih rentan. Kesimpulan: Paparan PM2.5 berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit pernapasan dan gangguan fungsi paru, terutama melalui mekanisme stres oksidatif dan inflamasi. Upaya pencegahan perlu memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan.