Keselamatan lalu lintas merupakan aspek penting dalam sistem transportasi, terutama di wilayah pedesaan yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur jalan seperti minimnya penerangan dan penanda jalan. Kondisi tersebut juga ditemukan di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, dimana beberapa ruas jalan memiliki tingkat visibilitas rendah pada malam hari, khususnya pada jalan yang menanjak dan menikung sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wijayakusuma Purwokerto melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemasangan reflektor jalan sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode partisipatif dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat setempat. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu tahap persiapan berupa survei lokasi dan koordinasi dengan perangkat desa, tahap pelaksanaan berupa pembuatan serta pemasangan reflektor pada titik-titik strategis, dan tahap evaluasi melalui observasi lapangan serta pengumpulan tanggapan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemasangan 12 reflektor pada ruas jalan sepanjang ±100 meter mampu meningkatkan visibilitas jalan pada malam hari melalui pantulan cahaya kendaraan yang melintas. Keberadaan reflektor membantu pengendara mengenali arah jalan dan posisi tikungan dengan lebih jelas. Selain itu, tanggapan masyarakat menunjukkan respon positif terhadap program tersebut karena dinilai meningkatkan rasa aman saat melintasi jalan pada malam hari. Dengan demikian, pemasangan reflektor jalan dapat menjadi solusi alternatif yang sederhana, ekonomis, dan efektif dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan fasilitas penerangan.