Mohammad Rizki Annurrochman
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOLUSI KRISIS SPIRITUAL MODERN DALAM PERSPEKTIF IBN MISKAWAI Mohammad Rizki Annurrochman; Maudhunatun Nabila; Putri Roudhotul Fadhilah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.12453

Abstract

ABSTRACT Digital life has expanded the spaces in which young people interact, while simultaneously exposing them to stimuli that may challenge self-control, value orientation, and moral-spiritual resilience. Within this context, Ibn Miskawaih’s thought offers a perspective through which moral issues can be understood from the ordering of the soul to the formation of behavior. This study examines scholarly literature and Tahdzib al-Akhlak to reconstruct the relationship among balance of the soul, control of desires, habituation of moral conduct, and purification of the soul in addressing the moral crisis of the digital era. A search through Google Scholar, SINTA, and GARUDA identified 80 articles; after removing 7 duplicates, 30 articles were ultimately included in the synthesis. The data were analyzed qualitatively through content analysis, coding, thematic grouping, cross-source comparison, and critical interpretation. The synthesis indicates that these four concepts form a sequence moving from the ordering of inner conditions and regulation of desires to the formation of ethical habits and the strengthening of moral-spiritual orientation. This framework provides a conceptual foundation for character education aimed at developing students’ ability to regulate impulses, respond responsibly to the digital environment, and reflect on moral choices. Future research should empirically examine this framework across diverse educational contexts. ABSTRAK Kehidupan digital memperluas ruang interaksi generasi muda, tetapi sekaligus mempertemukan mereka dengan rangsangan yang dapat menguji pengendalian diri, orientasi nilai, dan ketahanan moral-spiritual. Dalam konteks tersebut, pemikiran Ibn Miskawaih menawarkan perspektif yang memungkinkan persoalan moral dibaca dari keteraturan jiwa hingga pembentukan perilaku. Penelitian ini menelaah literatur ilmiah dan karya Tahdzib al-Akhlak untuk merekonstruksi hubungan antara keseimbangan jiwa, pengendalian nafsu, pembiasaan akhlak, dan penyucian jiwa dalam menghadapi krisis moral era digital. Penelusuran melalui Google Scholar, SINTA, dan GARUDA menemukan 80 artikel, dengan 7 artikel duplikat dikeluarkan dan 30 artikel akhirnya digunakan dalam sintesis. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui content analysis, coding, pengelompokan tematik, perbandingan antarsumber, dan interpretasi kritis. Sintesis memperlihatkan bahwa keempat konsep tersebut membentuk rangkaian yang bergerak dari penataan kondisi batin, pengelolaan dorongan, pembentukan kebiasaan etis, hingga penguatan orientasi moral-spiritual. Kerangka ini memberikan landasan konseptual bagi pendidikan karakter untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengelola dorongan, merespons lingkungan digital secara bertanggung jawab, dan melakukan refleksi atas pilihan moral. Penelitian selanjutnya perlu menguji kerangka tersebut secara empiris dalam konteks pendidikan yang berbeda.