Amrullah Hayatudin
Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Penyebab Meningkatnya Angka Perceraian di Kecamatan Kiaracondong Tahun 2025 Fakhri Dzil Ikram; Muhammad Yunus; Amrullah Hayatudin
Bandung Conference Series: Islamic Family Law 167-174
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsifl.v6i2.26120

Abstract

Abstract. Divorce is one of the family-related issues that continues to increase and has become a growing concern due to its impact on family resilience and social life. Kiaracondong District is one of the areas in Bandung City that recorded a relatively high number of divorce cases in 2025. This study aims to analyze the factors contributing to the increasing divorce rate, identify the most dominant factor, and examine the efforts undertaken to reduce divorce cases in Kiaracondong District, Bandung City. This research employed a qualitative approach using a descriptive method with an empirical juridical approach. Data were collected through interviews, documentation, and literature review, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that the increase in divorce cases is influenced by several factors, including economic problems, continuous marital conflicts, lack of communication, infidelity, domestic violence, online gambling, and third-party interference. Among these factors, economic problems were identified as the most dominant cause because they often trigger various conflicts within the household. Efforts to reduce the divorce rate include marriage guidance programs, optimization of mediation at the Religious Court, and strengthening public education on family resilience.   Abstrak. Perceraian merupakan salah satu persoalan keluarga yang terus mengalami peningkatan dan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ketahanan keluarga serta kehidupan sosial masyarakat. Kecamatan Kiaracondong merupakan salah satu wilayah di Kota Bandung yang mencatat angka perceraian cukup tinggi pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan meningkatnya angka perceraian, mengidentifikasi faktor yang paling dominan, serta mengetahui upaya yang dilakukan untuk menekan angka perceraian di Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, serta studi kepustakaan, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya angka perceraian dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu ekonomi, perselisihan dan pertengkaran yang berlangsung terus-menerus, kurangnya komunikasi, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, perjudian online, serta adanya campur tangan pihak ketiga. Di antara berbagai faktor tersebut, masalah ekonomi menjadi penyebab yang paling dominan karena memicu munculnya konflik dalam rumah tangga. Adapun upaya yang dilakukan untuk menekan angka perceraian meliputi pelaksanaan bimbingan perkawinan, optimalisasi proses mediasi di Pengadilan Agama, serta peningkatan edukasi mengenai ketahanan keluarga kepada masyarakat.