Abstract. Red algae (Kappaphycopsis cottonii) is a natural resource containing secondary metabolites with potential bioactive properties. Identification of metabolites, crude drug characterization, and thin-layer chromatography (TLC) profiling are preliminary steps to ensure raw material quality. This study aimed to determine the secondary metabolite content, crude drug characteristics, and TLC profile of Kappaphycopsis cottonii. Phytochemical screening was performed qualitatively using specific reagents. Crude drug characterization followed the Indonesian Herbal Pharmacopoeia. Sequential reflux extraction was performed using n-hexane, ethyl acetate, and methanol. TLC profiling was conducted using 5% AlCl₃ and 10% FeCl₃ as spot-detecting reagents. Phytochemical screening showed positive reactions for alkaloids, polyphenols, flavonoids, saponins, quinones, monoterpenes/sesquiterpenes, and steroids/terpenoids. Characterization showed water-soluble extractive content of 16.157%, ethanol-soluble extractive content of 6.730%, total ash content of 19.383%, acid-insoluble ash content of 0.998%, moisture content of 4.333%, and loss on drying of 9.124%. TLC profiling indicated that all extracts contained polyphenols and flavonoids. These findings demonstrate that Kappaphycopsis cottonii has suitable crude drug characteristics and contains secondary metabolites with potential for further development as a herbal medicinal raw material. Abstrak. Alga merah (Kappaphycopsis cottonii) merupakan salah satu sumber bahan alam yang diketahui mengandung metabolit sekunder berpotensi sebagai senyawa bioaktif. Identifikasi kandungan metabolit dan karakterisasi simplisia dan analisis profil kromatografi lapis tipis diperlukan sebagai tahap awal untuk menjamin mutu bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan karakteristik simplisia serta profil KLT dari Alga merah (Kappaphycopsis cottonii). Skrining fitokimia dilakukan terhadap simplisia secara kualitatif menggunakan pereaksi spesifik untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder. Karakterisasi simplisia dilakukan dengan mengikuti pustaka acuan Farmakope Herbal Indonesia. Ekstraksi dilakukan secara refluks bertingkat dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan metanol. Analisis profil KLT dilakukan dengan penampak bercak AlCl3 5%, FeCl3 10%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan positif mengandung alkaloid, polifenolat, flavonoid, saponin, kuinon, monoterpen/seskuiterpen dan steroid/terpenoid. Hasil karakterisasi simplisia menunjukkan simplisia memiliki kadar sari larut air 16,157%, kadar sari larut etanol 6,730% kadar abu total 19,383%, kadar abu tidak larut asam 0,998%, kadar air 4,333%, susut pengeringan 9,124%. Hasil analisis profil KLT menunjukan ekstrak n-heksana, etil asetat dan metanol mengandung polifenolat dan flavonoid. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Kappaphycopsis cottonii memiliki mutu simplisia yang baik serta mengandung metabolit sekunder yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku untuk obat bahan alam.