Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengabdian Masyarakat EKEdukasi Pendampingan Pencegahan Kekurangan Energi Kronik (Kek) Pada Remaja Di SMA X Kota Batam Rici Gusti Maulani; Hanifah Salwa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 8 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i8.2306

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah keadaan dimana remaja putri/wanita mengalami kekurangan gizi (kalori dan protein) yang berlangsung lama atau menahun. Risiko KEK adalah keadaan dimana remaja mempunyai kecenderungan menderita KEK. Kota Batam juga memiliki karakteristik sebagai kota industri dengan mobilitas penduduk yang tinggi serta perubahan pola konsumsi masyarakat yang cenderung mengarah pada makanan siap saji. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas konsumsi pangan remaja apabila tidak diimbangi dengan pengetahuan gizi yang memadai. Tujuan dari pendampingan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku remaja putri dalam mencegah KEK melalui kegiatan edukasi pendampingan. Metode yang digunakan yakni pemberian edukasi, pengukuran status gizi (Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Lengan atas LILA), pengukuran Tinggi Badan dan Berat Badan, pendampingan penuyusunan status gizi seimbang, pemberian media edukasi, serta evaluasi dari pre-test dan post-test. Sasaran dari kegiatan adalah tingkat SMA sebanyak 46 responden remaja putri. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dari sebelum menjadi sesudah, Pendampingan secara berkelanjutan di sekolah diharapkan mampu membentuk perilaku hidup sehat dan mencegah terjadinya KEK pada remaja.
Efektifitas Penkes Kekurangan Energi Kronik (KEK) terhadap Pengetahuan Remaja di SMA Jieng Sheung Kota Batam Rici Gusti Maulani; Hanifah Salwa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1776

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode penting dalam siklus kehidupan karena terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik, kognitif, serta psikososial yang berlangsung cepat. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral meningkat. Pemenuhan kebutuhan gizi selama masa remaja sangat penting untuk mendukung pertumbuhan optimal dan mempersiapkan kesehatan reproduksi pada masa dewasa. Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapatkan perhatian pada remaja putri. Kondisi kekurangan asupan energi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan tubuh menggunakan cadangan energi sehingga berpengaruh terhadap status gizi dan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan tentang Kekurangan Energi Kronik terhadap pengetahuan dan sikap remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah remaja putri di SMAS Jieng Sheung Sampel penelitian sebanyak 46 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pendidikan kesehatan mengenai KEK diberikan melalui ceramah, leaflet, e-book selama 1 jam. Pengetahuan dan sikap diukur sebelum dan sesudah diberikannya pendidikan kesehatan menggunakan Google Form. Analisis bivariat dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup dan masih terdapat responden dengan pengetahuan kurang. Setelah diberikan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan, yaitu sebagian besar responden berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: adanya pengaruh pendidikan kesehatan kekurangan energi kronik (KEK) terhadap peningkatan pengetahuan remaja.