Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode penting dalam siklus kehidupan karena terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik, kognitif, serta psikososial yang berlangsung cepat. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral meningkat. Pemenuhan kebutuhan gizi selama masa remaja sangat penting untuk mendukung pertumbuhan optimal dan mempersiapkan kesehatan reproduksi pada masa dewasa. Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapatkan perhatian pada remaja putri. Kondisi kekurangan asupan energi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan tubuh menggunakan cadangan energi sehingga berpengaruh terhadap status gizi dan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan tentang Kekurangan Energi Kronik terhadap pengetahuan dan sikap remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah remaja putri di SMAS Jieng Sheung Sampel penelitian sebanyak 46 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pendidikan kesehatan mengenai KEK diberikan melalui ceramah, leaflet, e-book selama 1 jam. Pengetahuan dan sikap diukur sebelum dan sesudah diberikannya pendidikan kesehatan menggunakan Google Form. Analisis bivariat dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup dan masih terdapat responden dengan pengetahuan kurang. Setelah diberikan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan, yaitu sebagian besar responden berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: adanya pengaruh pendidikan kesehatan kekurangan energi kronik (KEK) terhadap peningkatan pengetahuan remaja.