Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Terapi Bermain Dalam Keperawatan Anak: Mengurangi Trauma Di Rumah Sakit: Play Therapy in Pediatric Nursing: Reducing Hospital-Related Trauma Andi Irmayanti; Rezky Amaliyah Razak
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1619

Abstract

Latar Belakang: Hospitalisasi dapat menjadi pengalaman yang penuh tekanan dan berpotensi menimbulkan trauma pada anak. Lingkungan yang tidak familiar, perpisahan dengan orang tua, serta prosedur medis dapat menyebabkan kecemasan, ketakutan, dan respons emosional negatif. Terapi bermain merupakan salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat membantu anak beradaptasi selama menjalani perawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kecemasan dan respons traumatis pada anak yang menjalani hospitalisasi. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Responden berjumlah 36 anak usia 4–12 tahun yang menjalani perawatan di rumah sakit. Terapi bermain diberikan melalui kegiatan menggambar, mewarnai, puzzle, dan bercerita selama 20–30 menit setiap sesi selama tiga hari berturut-turut. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil: Sebelum intervensi, sebanyak 25 anak (69,4%) mengalami kecemasan sedang hingga berat. Setelah diberikan terapi bermain, hanya 8 anak (22,2%) yang masih berada pada kategori kecemasan sedang hingga berat, sedangkan 28 anak (77,8%) berada pada kategori kecemasan ringan atau tidak cemas. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan tingkat kecemasan yang signifikan sebelum dan sesudah terapi bermain (p<0,001). Kesimpulan: Terapi bermain berpengaruh signifikan dalam menurunkan kecemasan dan respons emosional negatif pada anak yang menjalani hospitalisasi. Terapi bermain dapat diintegrasikan dalam asuhan keperawatan anak sebagai intervensi pendukung untuk meminimalkan trauma akibat hospitalisasi