Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mutu Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut dan Kepuasan Pasien di Poli Gigi Puskesmas Bantuas Kota Samarinda Nordianiwati Nordianiwati
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.457

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut merupakan determinan penting kepuasan pasien pada fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kunjungan kasus penyakit gigi dan mulut di UPTD Puskesmas Bantuas Kota Samarinda meningkat dari 600 kasus (2022) menjadi 672 kasus (2023) dan 785 kasus (2024), dengan penyakit pulpa dan jaringan periapikal sebagai kasus terbanyak, yaitu 313 pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tiga dimensi mutu pelayanan menurut Institute of Medicine, yaitu ketepatan waktu, efisiensi, dan kesetaraan, dengan kepuasan pasien di Poli Gigi UPTD Puskesmas Bantuas. Penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan potong lintang ini melibatkan 59 pasien dewasa berusia 20–64 tahun penderita penyakit pulpa yang dipilih secara purposive sampling dari populasi 457 pasien. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert empat poin yang telah diuji validitas (r hitung > r tabel 0,444) dan reliabilitas (? Cronbach 0,721–0,898). Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji kai kuadrat dengan koreksi kontinuitas Yates pada taraf kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 72,9% responden berada pada kategori kurang puas. Ketiga dimensi mutu berhubungan bermakna dengan kepuasan pasien, yaitu ketepatan waktu (p = 0,017), efisiensi (p = 0,017), dan kesetaraan (p < 0,001). Dimensi kesetaraan memberikan besaran asosiasi terkuat, yang mengindikasikan bahwa persepsi ketidaksetaraan perlakuan, terutama yang dikaitkan dengan status kepesertaan jaminan kesehatan, merupakan sumber ketidakpuasan paling dominan. Penguatan tata kelola antrean, pemenuhan sarana kedokteran gigi, dan penerapan prinsip nondiskriminasi direkomendasikan sebagai prioritas perbaikan mutu.