Avril Rompis
Institut Agama Kristen Negeri Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendekatan Deep Learning dalam Pendidikan Agama Kristen untuk Membentuk Sikap Toleransi Peserta Didik Fibby Pricilia Punu; Meilani Alow; Avril Rompis; Tesalonika Mongilala; Exel Tamba
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 3 No 2 (2026): August
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v3i2.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pendekatan Deep Learning dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai upaya membentuk sikap toleransi peserta didik di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pembelajaran PAK yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan keagamaan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kesadaran sosial, dan kemampuan hidup bersama dalam keberagaman. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan buku akademik, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan Deep Learning, PAK, dan toleransi. Data dianalisis melalui identifikasi, pengelompokan tema, interpretasi, perbandingan, dan sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga pilar Deep Learning, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning, memiliki relevansi konseptual dalam mendukung pembentukan toleransi. Mindful learning membangun kesadaran dan refleksi terhadap keberagaman; meaningful learning menghubungkan nilai iman dengan pengalaman nyata; sedangkan joyful learning menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, terbuka, dan partisipatif. Ketiga pilar tersebut saling melengkapi dalam mendorong internalisasi nilai kasih, empati, penghormatan, dan keterbukaan terhadap perbedaan. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi Deep Learning dalam PAK berpotensi menjadi pendekatan pedagogis yang relevan untuk memperkuat pembentukan karakter toleran, meskipun efektivitasnya masih perlu diuji melalui penelitian empiris.