Latar Belakang: Kebakaran merupakan salah satu kondisi darurat yang dapat terjadi di lingkungan pendidikan maupun pelayanan kesehatan. Pengetahuan dasar Code Red merupakan upaya pencegahan yang wajib dimiliki tenaga kesehatan untuk mengurangi risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan kebakaran. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hanya sekitar 40–50% mahasiswa memahami prosedur evakuasi kebakaran dengan benar. Oleh karena itu, mahasiswa Keperawatan Anestesiologi sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan memiliki pengetahuan dasar Code Red yang baik guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dasar Code Red dengan kesiapsiagaan kebakaran pada mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional melalui pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 60 responden yang diambil menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dasar Code Red dan kesiapsiagaan kebakaran. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dasar Code Red kategori cukup sebanyak 45 responden (73,8%) dan kesiapsiagaan kebakaran kategori tidak siap sebanyak 43 responden (70,5%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value 0,001 (<0,05) dengan koefisien korelasi 0,415 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dasar Code Red dengan kesiapsiagaan kebakaran pada mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Semakin baik pengetahuan dasar Code Red mahasiswa, semakin baik pula kesiapsiagaan kebakaran yang dimiliki. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dasar Code Red dengan kesiapsiagaan kebakaran pada mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Saran: Institusi pendidikan diharapkan meningkatkan edukasi, pelatihan, dan simulasi Code Red secara berkelanjutan guna meningkatkan kesiapsiagaan kebakaran mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat.