p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Pada Anggota Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kota Depok Afilah Renaudi; Tressia Febrianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1246

Abstract

Profesi pemadam kebakaran merupakan pekerjaan berisiko tinggi (high-risk occupation) yang rentan memicustres akibat paparan situasi darurat, tuntutan fisik, dan dinamika operasional. Penelitian ini bertujuan mengujihubungan antara beban kerja dan tingkat stres pada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KotaDepok. Metodologi kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional digunakan pada 120 sampel yangdipilih melalui simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi anggota aktif yang telah mengikuti Diklatminimal 3 bulan. Pengumpulan data mengaplikasikan instrumen National Aeronautics and Space AdministrationTask Load Index (NASA-TLX) dan Perceived Stress Scale (PSS-10). Hasil analisis univariat menunjukkanbahwa 50,0% responden memiliki beban kerja tinggi dan 74,2% mengalami stres berat. Uji statistik korelasiSpearman Rank mengonfirmasi hubungan positif yang signifikan antara beban kerja dengan tingkat stres (p-value < 0,001; p = 0,005) dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,348 (kekuatan korelasi rendah hingga sedang).Hasil penelitian membuktikan bahwa semakin tinggi beban kerja yang dipersepsikan, semakin tinggi pulakecenderungan tingkat stres pada personel pemadam kebakaran. Menanggapi temuan tersebut, Dinas PemadamKebakaran dan Penyelamatan Kota Depok direkomendasikan untuk melakukan evaluasi rotasi jadwal kerjasecara berkala, mengoptimalkan distribusi tugas, serta menyediakan program intervensi dukungan kesehatanmental dan manajemen stres secara berkelanjutan.
Hubungan Impostor Syndrome Dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Keperawatan STIKes Raflesia Depok Ingesti Meti Sasmita; Tressia Febrianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1286

Abstract

Mahasiswa keperawatan menghadapi berbagai tuntutan, baik akademik, kegiatan praktikum, maupun praktik klinik, yang berpotensi menimbulkan kecemasan serta keraguan terhadap kemampuan diri. Keraguan yang muncul secara terus-menerus meskipun individu telah mencapai keberhasilan merupakan karakteristik dari impostor syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara impostor syndrome dan tingkat kecemasan pada mahasiswa keperawatan di STIKes Raflesia Depok. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan korelasional cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 102 mahasiswa Sarjana Keperawatan yang ditentukan melalui teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS) serta subskala kecemasan dari Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori impostor syndrome tinggi (51,0%) dan kecemasan sangat parah (34,3%). Hasil uji bivariat menggunakan Spearman Rank menunjukkan nilai p < 0,001 dengan koefisien korelasi sebesar 0,345, yang mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan antara impostor syndrome dan tingkat kecemasan. Hubungan tersebut dapat dijelaskan karena mahasiswa dengan kecenderungan impostor syndrome lebih sering mengalami ketakutan akan kegagalan dan meragukan kemampuan diri, sehingga tuntutan akademik lebih mudah dipersepsikan sebagai tekanan. Direkomendasikan peningkatan perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa melalui edukasi serta dukungan psikologis.
Thought Stopping Dan Terapi Musik Klasik Terhadap Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran Pada Ny.S Dengan Skizofrenia Di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Elisa Maulida Rahmawati; Tressia Febrianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1333

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang sering disertai halusinasi pendengaran sehingga memengaruhi kemampuan individu dalam membedakan realitas, mengendalikan perilaku, dan berfungsi secara sosial. Penerapan evidence-based nursing melalui kombinasi Thought Stopping dan terapi musik klasik dilakukan pada pasien skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di Ruang Srikandi Rumah Sakit Marzoeki Mahdi menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Intervensi diberikan selama empat hari berturut-turut. Hasil menunjukkan bahwa setelah diberikan Thought Stopping dan terapi musik klasik, pasien mampu menghentikan respons terhadap stimulus internal, mengalihkan perhatian pada stimulus eksternal, merasa lebih tenang, serta melaporkan penurunan frekuensi halusinasi sehingga kemampuan mengontrol halusinasi meningkat, meskipun masalah belum teratasi sepenuhnya. Thought Stopping membantu meningkatkan kontrol kognitif pasien dengan menghentikan pikiran yang memicu respons terhadap halusinasi, sedangkan terapi musik klasik memberikan efek relaksasi dan distraksi yang mengalihkan fokus dari stimulus internal ke stimulus nyata. Kombinasi kedua intervensi tersebut saling melengkapi dalam meningkatkan kemampuan pasien mengendalikan halusinasi pendengaran sebagai bagian dari intervensi keperawatan nonfarmakologis. Kata kunci: skizofrenia, halusinasi pendengaran, Thought Stopping, terapi musik klasik.