p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengetahui Pengaruh Dan Efektivitas Permainan Hahayaman Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Sekolah Dasar Di SD Negeri Mekarjaya 5 Kian Adna Pinastika; Nanda Sartika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1288

Abstract

Masalah perkembangan emosional pada anak masih menjadi masalah yang dibahas di seluruh dunia. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi gangguan emosional pada anak di bawah 15 tahun di Indonesia meningkat dari 6% menjadi 9,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa berpengaruh dan efektif permainan Hahayaman terhadap perkembangan emosional anak usia sekolah dasar di SD Negeri Mekarjaya 5. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 68 siswa kelas 4 yang dipilih menggunakan total sampling. Siswa yang memenuhi kriteria inklusi yaitu siswa dapat dinilai oleh guru kelas menggunakan instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan mengikuti seluruh sesi intervensi permainan Hahayaman. Data dikumpulkan menggunakan instrumen SDQ, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensi, seluruh peserta (100%) mencapai skor SDQ dalam kategori normal. Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 (p<0,05) dan rata-rata N-Gain sebesar 0,3318 menunjukkan bahwa responden termasuk dalam kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Hahayaman efektif dan memiliki tingkat efektivitas sedang dalam meningkatkan perkembangan emosional anak usia sekolah dasar. Selain itu, permainan ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan stimulasi bagi anak-anak di lingkungan sekolah.
Penerapan Terapi Distraksi Virtual Reality Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Saat Hospitalisasi Pada Anak Prasekolah Dengan Infeksi Saluran Akut Di Rumah Sakit Simpangan Depok Jihan; Nanda Sartika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1380

Abstract

Hospitalisasi pada anak usia prasekolah dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sering menimbulkan kecemasan akibat lingkungan rumah sakit yang asing, prosedur medis, serta keterbatasan kemampuan anak dalam beradaptasi. Penelitan ini dilakukan untuk menerapkan terapi distraksi Virtual Reality dalam menurunkan tingkat kecemasan pada anak usia 3-6 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Simpangan Depok. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan melibatkan 7 responden anak usia 3–6 tahun yang mengikuti sesi terapi selama 1 hari dengan durasi terapi 10-15 menit. Data diperoleh melalui observasi langsung dan tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah terapi dengan lembar penilaian Modified Yale Preoperative Anxiety Scale (m-YPAS), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi, sebagian besar anak dengan 6 responden mengalami kecemasan sedang dan 1 responden dengan kecemasan berat. Selain itu, berdasarkan luaran Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) pada luaran Tingkat Kecemasan, terjadi peningkatan indikator yang ditandai dengan anak tampak lebih tenang, kooperatif selama menjalani tindakan keperawatan, tidak mudah menangis, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan perawatan. Setelah intervensi, seluruh responden mengalami penurunan tingkat kecemasan menjadi kategori ringan, disertai peningkatan perilaku kooperatif selama menjalani perawatan. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi distraksi Virtual Reality mampu mengalihkan perhatian anak dari stresor hospitalisasi sehingga membantu menurunkan kecemasan. Dengan demikian, terapi distraksi Virtual Reality dapat menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam penerapan asuhan keperawatan anak selama hospitalisasi.