Lansia dengan Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 memerlukan dukungan keluarga dalam pengelolaan penyakit untukmencapai kontrol glukosa darah yang optimal. Dukungan emosional keluarga berperan dalam meningkatkanmotivasi, kepatuhan terhadap pengobatan, dan perilaku perawatan diri pada lansia dengan DM Tipe 2. Penelitianini bertujuan menganalisis hubungan dukungan emosional keluarga dengan kontrol gula darah pada lansia denganDM Tipe 2 di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif denganpendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 90 lansia penderita DM Tipe 2, dengan sampel sebanyak47 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data yang digunakan padapenelitian ini adalah kuesioner MOS Social Support Survey. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan emosional keluarga dalamkategori kurang (40,4%) dan memiliki kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) yang tidak terkontrol (70,2%). Hasiluji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dankontrol gula darah (p < 0,001), dengan arah hubungan positif. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baikdukungan emosional yang diterima lansia, semakin baik kecenderungan kontrol gula darahnya. Disimpulkanbahwa dukungan emosional keluarga berhubungan secara signifikan dengan kontrol gula darah pada lansia denganDM Tipe 2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan program edukasi keluargauntuk meningkatkan dukungan emosional terhadap lansia dengan Diabetes Melitus Tipe 2 guna mendukungpengendalian gula darah