Silfi Alif Puspitasari
STIKes Maharani Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Intensitas Penggunaan Smartphone Dengan Perkembangan Bicara Dan Bahasa Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di BA/KB Arafah Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Silfi Alif Puspitasari; Sismala Harningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1354

Abstract

Intensitas penggunaan smartphone yang berlebihan berpotensi mengurangi interaksi langsung antara anak dengan orang tua serta lingkungan sekitar sehingga menghambat stimulasi verbal yang dibutuhkan untuk memperkaya kosakata dan melatih struktur kalimat anak. Perkembangan bicara dan bahasa merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini karena sangat menentukan kemampuan komunikasi, kognitif, dan sosial anak di masa depan, namun proses ini dapat dipengaruhi oleh intensitas penggunaan smartphone yang semakin meningkat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia 5–6 tahun di BA/KB Arafah Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 39 anak yang diambil melalui teknik total sampling. Intensitas penggunaan smartphone diukur menggunakan kuesioner, sedangkan perkembangan bicara dan bahasa dinilai menggunakan instrumen Denver II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,5% anak berada pada kategori intensitas penggunaan smartphone tinggi dan 43,5% kategori sedang, sementara 53,9% anak mengalami keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa. Analisis menggunakan uji Spearman Rank memperoleh nilai koefisien korelasi r = 0,621 dengan p = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya hubungan kuat dan signifikan antara intensitas penggunaan smartphone dengan perkembangan bicara dan bahasa. Semakin tinggi intensitas penggunaan smartphone maka semakin besar risiko keterlambatan perkembangan bahasa anak, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dan pendidik dalam membatasi durasi penggunaan smartphone, mengawasi jenis tontonan, serta meningkatkan frekuensi komunikasi dua arah untuk mendukung perkembangan bahasa anak secara optimal dan berkelanjutan.