p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Hajar Mar'atussholikah Supriyanto
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa Kedokteran Sarjana terhadap Efektivitas Kinerja Dosen dalam Pembelajaran Laboratorium Keterampilan Klinis Nurita Aziza; Anton Komala; Rr Siti Rokhmah Projosasmito; Hajar Mar'atussholikah Supriyanto; Supriyanto Supriyanto; Salsabella Agis Suhana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1485

Abstract

Laboratorium keterampilan klinis menjadi sarana utama bagi mahasiswa kedokteran untuk berlatih dan membangun kesiapan dalam mencapai kompetensi yang ditetapkan. Karena keterampilan klinis sulit dikuasai secara mandiri, bimbingan dan pengawasan dosen menjadi unsur yang tidak dapat dilepaskan dari proses pembelajaran ini. Salah satu tanggung jawab utama dosen adalah menyampaikan umpan balik yang membangun serta mengarahkan mahasiswa untuk merefleksikan keterampilan yang baru dipelajari, karena umpan balik yang berkualitas terbukti mendorong motivasi sekaligus pencapaian kompetensi mahasiswa. Meski demikian, cara mahasiswa memandang umpan balik dari dosen pada pembelajaran keterampilan klinis ternyata bervariasi; sejumlah mahasiswa menilai umpan balik yang mereka peroleh belum memadai. Penelitian ini disusun untuk mengkaji bagaimana mahasiswa kedokteran program sarjana memandang efektivitas kinerja dosen pada pembelajaran keterampilan klinis, dengan rancangan deskriptif kuantitatif melalui survei berbentuk kuesioner yang dianalisis secara univariat. Sebanyak 48 mahasiswa kedokteran angkatan 2024 menjadi subjek penelitian, dinilai menggunakan kuesioner tervalidasi yang mengukur kinerja didaktik dosen laboratorium keterampilan klinis pada tiga dimensi, yaitu keterampilan didaktik, keterampilan interpersonal-komunikasi, dan kondisi/strategi pembelajaran keterampilan. Temuan menunjukkan kinerja didaktik dosen berada pada kategori baik (rata-rata 4,4), sementara pemberian umpan balik konstruktif memperoleh nilai lebih rendah (rata-rata 3,5). Aspek keterampilan interpersonal-komunikasi serta kondisi/strategi pembelajaran sama-sama tercatat baik dengan rata-rata 4,6. Secara umum, dosen terbukti berkinerja baik dan efektif, tetapi seluruh instruktur tetap membutuhkan pelatihan agar umpan balik yang diberikan lebih spesifik, terstruktur, dan disampaikan dengan alokasi waktu yang memadai.
Profil Morbiditas dan Kerasionalan Peresepan Obat pada Populasi Maternal dan Pediatrik di Klinik Pratama Andi Mustika M. Haras; Ashan Ashan; Hajar Mar'atussholikah Supriyanto; Wafda Nur Awwaliyyah; Muhammad Haikal Rakhaily Ramadhani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1487

Abstract

Kerasionalan peresepan obat di fasilitas kesehatan tingkat pertama menentukan keselamatan pasien, dan ibu hamil serta anak kecil termasuk kelompok yang paling rentan terhadap kesalahan peresepan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan profil diagnosis dan mengevaluasi kerasionalan peresepan obat terhadap indikator Penggunaan Obat Rasional (POR) Kemenkes RI pada pasien maternal dan pediatrik di sebuah klinik pratama swasta periode 2022–2026. Penelitian observasional kuantitatif dengan desain retrospektif potong-lintang ini dilakukan mengikuti pedoman STROBE. Populasi diambil secara sensus sebanyak 43 rekam kunjungan maternal dan 10.262 rekam kunjungan pediatrik (0–5 tahun) periode Januari 2022–Agustus 2026 setelah pembersihan data. Hasil penelitian menunjukkan kunjungan maternal didominasi muntah pada kehamilan (O21.9, 30,2%) dan pengawasan kehamilan normal (Z34.x, 23,3%). Kunjungan pediatrik didominasi Common cold (J00, 26,7%) dan ISPA atas akut tak spesifik (J06.9, 15,4%). Dari empat indikator inti POR, klinik melampaui ambang batas untuk rerata item obat per resep pada anak (2,95 vs ≤ 2,60) dan penggunaan puyer pada anak (37,4% vs ≤ 20,0%), sementara peresepan antibiotik pada ISPA non-pneumonia (13,0%) dan sediaan injeksi rawat jalan (1,18%) berada dalam atau mendekati standar. Temuan lain menunjukkan 58,5% puyer ISPA non-pneumonia mengandung kortikosteroid oral, dan hanya 48,9% kasus gastroenteritis akut yang menerima kombinasi zinc dan rehidrasi oral sesuai anjuran. Pola peresepan klinik menunjukkan hasil bercampur, di mana pengendalian antibiotik relatif baik namun sediaan puyer berkortikosteroid dan kepatuhan protokol diare menjadi sasaran prioritas perbaikan mutu.