Emesis Gravidarum merupakan keluhan umum pada ibu hamil yang ditandai dengan mual dan muntah, terutama pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini dapat memengaruhi status gizi, aktivitas sehari-hari, serta kualitas hidup ibu hamil. Berbagai faktor diduga berperan dalam terjadinya Emesis Gravidarum, salah satunya adalah usia ibu. Usia reproduksi sehat (20-35 tahun) merupakan kelompok usia dengan angka kehamilan tertinggi, namun belum dapat dipastikan apakah usia ibu berhubungan secara langsung dengan kejadian Emesis Gravidarum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu hamil dengan kejadian Emesis Gravidarum di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Palangka Raya Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang tercatat di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Palangka Raya Tahun 2026. Sampel penelitian berjumlah 44 orang yang diambil menggunakan menggunakan purposive sampling. Data diperoleh dari data sekunder berupa buku register Antenatal Care (ANC). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil dengan kejadian Emesis Gravidarum (p-value <0,05). Hasil penelitian tentang hubungan usia ibu hamil dengan kejadian Emesis Gravidarum di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Palangka Raya Tahun 2026 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil dengan kejadian Emesis Gravidarum. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value <0,05, yang berarti terdapat hubungan antara usia ibu hamil dengan kejadian Emesis Gravidarum. Kata kunci: usia ibu hamil, Emesis Gravidarum, kehamilan.Daftar Pustaka : 35 (2019-2025)