Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ANAK Sahrahman
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i8.7176

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama yang memiliki posisi fundamental dalam pembentukan keimanan, akhlak, dan kepribadian anak. Namun, perkembangan kehidupan modern dan disrupsi digital telah menghadirkan berbagai persoalan baru dalam pelaksanaan pendidikan agama di lingkungan keluarga, termasuk tantangan kesibukan orang tua dan pandemi yang mengubah pola pendampingan. Sebagian orang tua masih cenderung menyerahkan tanggung jawab pendidikan agama kepada sekolah atau lembaga pendidikan formal, sementara intensitas pendampingan keagamaan di rumah mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif peran keluarga dalam pendidikan agama anak, mengidentifikasi metode pendidikan yang dapat diterapkan dalam keluarga, serta merumuskan model penguatan pendidikan agama berbasis keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, hasil penelitian, dan berbagai literatur yang relevan dengan pendidikan agama anak dan pendidikan keluarga. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki empat peran utama, yaitu sebagai pendidik pertama dan utama, teladan dalam pengamalan nilai agama, fasilitator lingkungan religius, serta pengawas dan pembimbing perkembangan spiritual anak. Metode pendidikan yang dapat digunakan meliputi keteladanan, pembiasaan, nasihat, dialog, kisah, praktik langsung, pengawasan, dan pemberian konsekuensi yang bersifat edukatif. Penelitian ini menawarkan Model KELUARGA-TAQWA yang menekankan integrasi keteladanan, pembiasaan, komunikasi, dan kolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan agama yang berkelanjutan. Model tersebut diperkuat oleh gagasan desain kurikulum taqwa dan konsep keluarga bertakwa yang telah dirumuskan para ahli, serta diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dalam menghadapi tantangan pendidikan anak pada era digital.