Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah transformasi digital dan perubahan karakteristik peserta didik. Penguasaan empat kompetensi utama guru, yaitu pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial, perlu diperkuat melalui kemampuan adaptif dan kompetensi digital. Namun, berbagai program pengembangan kompetensi guru masih cenderung bersifat parsial, jangka pendek, dan belum sepenuhnya terintegrasi dengan kebutuhan nyata pembelajaran PAI. Penelitian ini bertujuan menganalisis domain kompetensi guru PAI, mengidentifikasi strategi pengembangannya, serta merumuskan kerangka pengembangan kompetensi yang holistik dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari artikel jurnal, buku akademik, hasil penelitian terdahulu, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Analisis dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi, penyajian data, serta sintesis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi guru PAI perlu mencakup lima domain utama, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, sosial, dan digital. Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), pemberdayaan MGMP dan KKG, program sertifikasi, serta kolaborasi dengan lembaga keagamaan dan pendidikan tinggi Islam. Berdasarkan sintesis literatur, penelitian ini merumuskan Model KOGURASI (Kompetensi Guru Integratif-Spiritual) yang bertumpu pada kompetensi integratif, pengembangan berkelanjutan, serta penguatan spiritual dan karakter. Model ini diharapkan menjadi kerangka konseptual dalam pengembangan profesionalisme guru PAI yang adaptif, holistik, dan berkelanjutan.