Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA GLOBALISASI: REKONSTRUKSI PARADIGMA INTEGRATIF-TRANSFORMATIF Kuzairi
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 10 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i10.7186

Abstract

Globalisasi telah mengubah lanskap pendidikan melalui percepatan teknologi, mobilitas pengetahuan, pertukaran budaya, dan transformasi nilai yang melampaui batas geografis. Dalam konteks tersebut, pendidikan Islam menghadapi tuntutan untuk mempertahankan fondasi spiritual dan moral sekaligus merespons kebutuhan kompetensi global. Sejumlah penelitian terdahulu telah mengidentifikasi persoalan pendidikan Islam dalam bentuk kemajuan teknologi, dekadensi moral, dikotomi ilmu, dan krisis identitas. Namun, kajian yang mengintegrasikan berbagai persoalan tersebut ke dalam suatu kerangka analitis yang menjelaskan hubungan antara transformasi global, perubahan ekosistem belajar, dan rekonstruksi paradigma pendidikan Islam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan utama pendidikan Islam di era globalisasi serta merumuskan kerangka respons yang integratif dan transformatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, kategorisasi tematik, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan lima tantangan utama, yaitu disrupsi nilai, transformasi digital, dikotomi dan fragmentasi pengetahuan, krisis identitas, serta kesenjangan kompetensi pendidik dan kelembagaan. Sebagai kontribusi teoretis, penelitian ini menawarkan Paradigma Pendidikan Islam Integratif-Transformatif yang menghubungkan iman, ilmu, teknologi, akhlak, dan realitas global. Paradigma tersebut dibangun atas lima pilar, yaitu spiritualitas sebagai orientasi, integrasi ilmu sebagai kerangka epistemik, literasi digital kritis sebagai kompetensi, pedagogi reflektif sebagai pendekatan pembelajaran, dan ekosistem kolaboratif sebagai basis transformasi.