Muhamad Andika Pramudya Tama
Universitas PGRI Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Keterampilan Passing Bawah Bola Voli pada Siswa 11 Kuliner A SMK Negeri 1 Bawen Muhammad Sutan Abrar Dinata; Saiful Ahmad Farizal; Muhamad Andika Pramudya Tama
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i4.4489

Abstract

Bola voli merupakan salah satu cabang olahraga permainan beregu yang banyak diajarkan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah, termasuk pada program keahlian non-olahraga seperti kuliner. Passing bawah menjadi salah satu teknik dasar yang wajib dikuasai siswa karena berperan penting dalam menerima servis maupun serangan lawan, namun tingkat penguasaannya pada siswa program keahlian kuliner belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan passing bawah bola voli pada siswa kelas 11 Kuliner A SMK N 1 Bawen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 34 siswa dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes keterampilan passing bawah bola voli selama 60 detik. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata, median, modus, standar deviasi, nilai minimum, dan maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan passing bawah siswa sebesar 22,35 dengan median 22, modus 22, dan standar deviasi 6,513. Nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 38 dan nilai terendah 12. Berdasarkan hasil analisis, kemampuan passing bawah siswa kelas 11 Kuliner A SMK N 1 Bawen berada pada kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa penguasaan teknik dasar passing bawah pada siswa program keahlian kuliner tergolong cukup memadai namun belum optimal, sehingga diperlukan program latihan yang terprogram dan metode pembelajaran yang lebih inovatif. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya guru PJOK merancang variasi latihan passing bawah yang lebih terstruktur agar keterampilan siswa, khususnya pada program keahlian non-olahraga, dapat meningkat secara optimal.