Pembangunan pemuda di era digital menghadapi tantangan masif terkait resiliensi mental dan degradasi moral, khususnya di wilayah transisi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis dampak program pendidikan keagamaan transformatif dalam memberdayakan pemuda, dengan fokus pada penumbuhan karakter, ilmu, dan daya saing di Kabupaten Mamuju, Indonesia. Menggunakan desain metode campuran konvergen, inisiatif ini melibatkan tiga puluh pemuda peserta yang dipilih dari organisasi kepemudaan lokal. Data kuantitatif dari kuesioner skala Likert lima poin dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t sampel berpasangan, sedangkan data kualitatif dari wawancara mendalam melalui analisis tematik. Temuan kuantitatif menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan pada seluruh variabel yang diukur setelah intervensi dengan nilai signifikansi secara ketat di bawah 0,001. Orientasi daya saing mencapai selisih rerata tertinggi sebesar 2,06, diikuti oleh perbaikan substansial pada regulasi emosi dan kapasitas pengetahuan keagamaan kontekstual. Secara kualitatif, analisis tematik mengekstraksi tiga tema utama: kebangkitan spiritual sebagai perisai psikologis, dogma tekstual bertransformasi menjadi moralitas kontekstual, dan altruisme sosial sebagai manifestasi karakter berdaya saing. Temuan ini diperkuat secara visual oleh dinamika kelompok yang aktif dan kerja bakti kolaboratif. Kesimpulannya, integrasi pembelajaran berbasis pengalaman dengan teologi kontekstual berhasil membangun jangkar psikologis yang andal dan modal sosial bagi pemuda daerah. Program ini menawarkan cetak biru empiris yang sangat terukur untuk pembangunan karakter pemuda yang berkelanjutan di pedesaan berkembang.