Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Pekarangan Pangan Lestari melalui Pengolahan Hasil Kebun Menjadi Produk Bernilai Tambah di RW 09 Khairunnisa Azzahra; Nabila Hafsyah; Arrel Dwi Rizki; Alfiandy Ernanda Pratama; Nurul Azkiya Fadhila; Muhammad Ridhwan; Renita Febriani; Anisha Zidni Meiliana; Mella Novita; Ibnu Zahran Ramdani; Rizki Nurul Aini; Radhiyatul Fithri
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.200

Abstract

Pemanfaatan lahan komunal di lingkungan perkotaan dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila hasil budidaya dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di RW 09 Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, melalui program optimalisasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Permasalahan yang ditemukan adalah belum optimalnya pemanfaatan lahan komunal Apotik Hidup serta belum berkembangnya hasil kebun menjadi produk olahan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, pembersihan dan penataan lahan, pembagian area tanam, pemanfaatan barang daur ulang, penanaman TOGA dan sayuran, pengembangan hidroponik sederhana, pemberian identitas tanaman, pengolahan hasil kebun, pengemasan, serta sosialisasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan dikembangkan dengan 32 jenis tanaman yang didukung 48 media hidroponik dan sarana lingkungan berupa 15 tong sampah. Hasil kebun kemudian dikembangkan menjadi produk “Juara Lestari” yang terdiri atas jamu kunyit asam dan beras kencur serta paket sayur siap masak berupa paket capcay dan sayur asam. Sosialisasi dan demonstrasi kepada ibu-ibu PKK memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal proses pengolahan, pengemasan, penentuan harga, serta peluang pemasaran. Kegiatan menunjukkan bahwa optimalisasi P2L dapat dikembangkan dari budidaya menuju pengolahan hasil dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Optimalisasi Pekarangan Pangan Lestari melalui Pengolahan Hasil Kebun Menjadi Produk Bernilai Tambah di RW 09 Khairunnisa Azzahra; Nabila Hafsyah; Arrel Dwi Rizki; Alfiandy Ernanda Pratama; Nurul Azkiya Fadhila; Muhammad Ridhwan; Renita Febriani; Anisha Zidni Meiliana; Mella Novita; Ibnu Zahran Ramdani; Rizki Nurul Aini; Radhiyatul Fithri
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.200

Abstract

Pemanfaatan lahan komunal di lingkungan perkotaan dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila hasil budidaya dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di RW 09 Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, melalui program optimalisasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Permasalahan yang ditemukan adalah belum optimalnya pemanfaatan lahan komunal Apotik Hidup serta belum berkembangnya hasil kebun menjadi produk olahan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, pembersihan dan penataan lahan, pembagian area tanam, pemanfaatan barang daur ulang, penanaman TOGA dan sayuran, pengembangan hidroponik sederhana, pemberian identitas tanaman, pengolahan hasil kebun, pengemasan, serta sosialisasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan dikembangkan dengan 32 jenis tanaman yang didukung 48 media hidroponik dan sarana lingkungan berupa 15 tong sampah. Hasil kebun kemudian dikembangkan menjadi produk “Juara Lestari” yang terdiri atas jamu kunyit asam dan beras kencur serta paket sayur siap masak berupa paket capcay dan sayur asam. Sosialisasi dan demonstrasi kepada ibu-ibu PKK memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal proses pengolahan, pengemasan, penentuan harga, serta peluang pemasaran. Kegiatan menunjukkan bahwa optimalisasi P2L dapat dikembangkan dari budidaya menuju pengolahan hasil dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.