Miftakhul Hidayah Agustina
Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, East java, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Guru Profesional Yang Tidak Tergantikan Oleh Artificial Intelligence Miftakhul Hidayah Agustina; Aprila Gita Safitri; Alfi Ma'rifah; Ahmad Roikhan Al-adha; Siti Zazak Soraya
EduGrows: Education and Learning Review Vol. 2 No. 2 (2026): Education for All People? Really?
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/edugrows.v2i2.318

Abstract

Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memberikan dampak besar dalam dunia pendidikan melalui penyediaan materi adaptif, efisiensi informasi, dan evaluasi pembelajaran otomatis. Namun, kemajuan ini memunculkan kekhawatiran terkait potensi pengikisan peran pendidik serta batas kemampuan teknologi dalam menggantikan fungsi mendasar guru, khususnya pada aspek pembentukan karakter, moral, dan nilai kemanusiaan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis karakteristik utama guru profesional yang tidak dapat digantikan oleh keberadaan AI. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) dan teknik analisis isi (content analysis) terhadap 16 sumber literatur berupa buku dan artikel ilmiah bereputasi terbitan tahun 2016–2026 yang relevan dengan profesionalisme guru, pembentukan karakter, dan teknologi AI. Hasil sintesis menemukan enam karakteristik utama guru profesional yang tidak tergantikan oleh AI, yaitu empati dan kepedulian terhadap peserta didik, keteladanan moral dan karakter, kemampuan membangun hubungan sosial, kreativitas dan inovasi pembelajaran, kemampuan menanamkan nilai dan budaya, serta kemampuan membimbing dan memotivasi peserta didik. Keterbatasan utama AI terletak pada ketiadaan pengalaman emosional, ikatan sosial timbal balik, pemahaman konteks kebudayaan yang mendalam, dan keteladanan nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI tidak dapat menggantikan peran sentral guru profesional karena pendidikan tidak hanya berfokus pada efisiensi pemrosesan data, melainkan melibatkan dimensi relasional, moral, sosial, dan perkembangan manusia. AI sejatinya berfungsi sebagai teknologi pendukung untuk membantu tugas teknis-informasional. Sebagai rekomendasi, guru disarankan untuk terus mengasah literasi AI secara kritis dan etis guna mempermudah administrasi pembelajaran, sembari memperkuat kompetensi pedagogik, sosial, dan kepribadian. Selain itu, lembaga pendidikan dan pembuat kebijakan perlu memfasilitasi pelatihan integrasi teknologi yang berorientasi pada etika serta penguatan karakter pendidik.