Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsep Fasad dalam Al-Qur’an dan Relasinya dengan Keseimbangan Spiritual-Material Perspektif Tafsir Al-Azhar Silvi Juliarni; Fibrian Khotmul Aula Putra
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.586

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep fasād dalam Al-Qur’an dan relasinya dengan keseimbangan spiritual-material dalam Tafsir Al-Azhar karya Hamka. Kerusakan (fasād) kontemporer tidak hanya bersifat fisik, melainkan berakar pada dimensi moral dan spiritual. Menggunakan metode kualitatif studi pustaka dengan pendekatan tafsir tematik (mawḍū‘ī), penelitian ini mengkaji QS. Al-Baqarah: 11, QS. Al-Rūm [30]: 41, dan QS. Al-Qaṣaṣ [28]: 77. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamka memaknai fasād sebagai penyimpangan akibat hilangnya orientasi keimanan dalam aktivitas duniawi. QS. Al-Baqarah: 11 mengungkap distorsi moral saat perusakan diklaim sebagai perbaikan (iṣlāḥ). QS. Al-Rūm [30]: 41 menegaskan manifestasi perilaku manusia terhadap kerusakan lingkungan. Sementara itu, QS. Al-Qaṣaṣ [28]: 77 menekankan pentingnya pemanfaatan materi duniawi tanpa mengabaikan akhirat. Penelitian ini merumuskan tiga dimensi analitis fasād: disorientasi spiritual, distorsi moral, dan manifestasi material. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi ketiga dimensi tersebut dengan kerangka etis keseimbangan spiritual-material melalui prinsip tawāzun, wasaṭiyyah, dan mīzān. Kesimpulannya, pencegahan fasād memerlukan keterpaduan antara iman, tanggung jawab moral, dan pengelolaan aspek material secara proporsional.