Hamidi Abdillah
Sekolah Tinggi Agama Islam Nur el-Ghazi Bekasi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Memahami Tafsir Durar al-Qur'an Tammulat fi Awa'il as-Suwar al-Qur'an Hasba at-Tartib an-Nazuli Karya Giovani Tarega Taufiq Nur Azis; Hamidi Abdillah
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.653

Abstract

Kajian tafsir Al-Qur’an berbasis kronologi wahyu (tartīb nuzūlī) masih langka dalam arus utama pemikiran Islam yang didominasi oleh metode tartīb muṣḥafī, serta masih mengalami bias terhadap figur pemikir luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan mengeksplorasi aspek metodologis karya ulama kontemporer Indonesia, yaitu kitab Durar al-Qur'ān: Tammulāt fī Awā'il as-Suwar al-Qur'ān Ḥasba at-Tartīb an-Nuzūlī karya Dr. Giovani Tarega. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis objek kajian menggunakan pisau analisis kritik tafsir Islah Gusmian yang memetakan dua ranah utama, yaitu aspek teknis penulisan dan konstruksi hermeneutika. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa secara teknis, kitab tersebut menerapkan sistematika runtut berbasis kronologi wahyu dengan penyajian rinci (tafsīlī) yang komunikatif. Secara hermeneutika, karakteristik penafsirannya bersifat sintesis kontekstual yang memadukan analisis kebahasaan, historisitas teks (asbāb an-nuzūl), serta relevansi zaman. Puncaknya, kitab ini menawarkan corak praktis-ideologis (action-oriented) yang berorientasi pada pembentukan kerangka gerakan sosial umat. Kontribusi ilmiah dari penelitian ini terletak pada upaya melokalisasi dan memperkaya diskursus metodologi tartīb nuzūlī di Indonesia, sekaligus memperkenalkan khazanah pemikiran tafsir kontemporer Nusantara yang lahir dari tradisi intelektual pesantren ke ranah akademik yang lebih luas.