Penerapan prinsip diet gizi seimbang yang berfokus pada perubahan perilaku pemilihan makanan merupakan bentuk pencegahan kejadian penyakit tidak menular. Dewasa ini, metode konseling gizi daring (tele-nutrition) telah banyak digunakan oleh masyarakat seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi internet dan media sosial. Namun, efektivitas metode tele-nutrition di Indonesia untuk dapat mengubah perilaku pemilihan makanan pada klien belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian konseling gizi daring terhadap perubahan perilaku pemilihan makanan pada kecenderungan pemilihan makanan bergizi seimbang; perilaku pemilihan makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak; serta perilaku emosional yang berpengaruh. Jenis penelitian quasi-experimental rancangan one group dengan pre-post test. Sebanyak 28 orang dilibatkan dalam penelitian dan diberikan intervensi tele-nutrition selama satu bulan menggunakan Nutrition Care Process (NCP). Penilaian perilaku pemilihan makanan menggunakan formulir dari mitra Rey selaku penyelenggara tele-nutrition. Paired sample t-test dan Uji Wilcoxon signed-rank digunakan untuk menilai perbedaan rerata nilai pre-test dan post-test. Pemberian tele-nutrition berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan perilaku pemilihan makanan bergizi seimbang (p=0,002); perubahan perilaku pemilihan makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak (p=0,001); serta perubahan perilaku emosional yang memengaruhi pemilihan makanan (p=0,000). Edukasi gizi melalui tele-nutrition memberikan pengaruh terhadap perubahan perilaku pemilihan makanan dengan harapan prinsip diet seimbang dapat dilakukan oleh masyarakat secara lebih efektif.