Pernikahan anak masih menjadi permasalahan sosial yang berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan remaja. Kabupaten Kapuas termasuk wilayah dengan angka pernikahan anak yang masih tinggi sehingga diperlukan intervensi promotif dan preventif untuk meningkatkan sikap remaja terhadap penundaan usia pernikahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas integrasi DOMINO (Dialogue and Counseling Module for Delaying Child Marriage in Adolescent) dan kurikulum Basic Life Skill terhadap peningkatan sikap remaja tentang pernikahan anak di Kabupaten Kapuas. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian terdiri dari 100 remaja yang dibagi menjadi kelompok intervensi sebanyak 50 responden dan kelompok kontrol sebanyak 50 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sikap mengenai pernikahan anak. Kelompok intervensi diberikan edukasi melalui modul DOMINO yang terintegrasi dengan kurikulum Basic Life Skill, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi khusus. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk melihat perubahan sikap sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan sikap positif remaja terhadap pencegahan pernikahan anak pada kelompok intervensi setelah diberikan program DOMINO dan Basic Life Skill. Remaja menjadi lebih memahami dampak negatif pernikahan anak terhadap kesehatan reproduksi, pendidikan, serta masa depan sosial ekonomi. Integrasi modul DOMINO dan kurikulum Basic Life Skill terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan remaja berpikir kritis, mengambil keputusan, dan menolak tekanan sosial terkait pernikahan dini.