Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan instrumen krusial dalam mengintegrasikan alur pelayanan administratif dan klinis guna menghasilkan informasi akurat bagi pengambilan keputusan manajemen. Meskipun landasan hukum telah tersedia, implementasi di lapangan sering menghadapi kendala teknis berupa infrastruktur internet yang tidak stabil serta gangguan sistem dan kegagalan fungsi aplikasi yang terjadi secara berulang, serta kendala non-teknis seperti rendahnya motivasi pengguna, minimnya pelatihan, dan kurangnya dukungan manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur mengenai evaluasi implementasi SIMRS dengan menggunakan model HOT Fit untuk mengidentifikasi faktor penentu keberhasilan serta hambatan sistem secara komprehensif. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pencarian sistematis pada Google Scholar dan Sinta. Sampel penelitian terdiri dari 15 artikel penelitian primer dalam rentang waktu 10 tahun terakhir dengan kriteria inklusi fokus pada studi kasus HOT Fit di rumah sakit Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan teknik sintesis terhadap temuan-temuan utama dari artikel terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi teknologi masih terhambat oleh infrastruktur internet yang tidak stabil, sementara dimensi manusia sangat dipengaruhi oleh tingkat kepuasan pengguna yang rendah akibat ketiadaan regulasi internal yang tegas. Pada dimensi organisasi, variabel kepemimpinan dan kebijakan formal terbukti menjadi pilar utama dalam menjamin keberlanjutan sistem. Simpulan dari tinjauan ini menegaskan bahwa keberhasilan SIMRS bukan sekadar masalah pengadaan teknologi, melainkan hasil sinergi antara infrastruktur yang stabil, sumber daya manusia yang kompeten, dan tata kelola organisasi yang kuat. Manajemen rumah sakit perlu memprioritaskan penguatan unit IT dan standarisasi prosedur operasional untuk mengoptimalkan manfaat bersih sistem secara berkelanjutan.