Kezia Chrisiavinta
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMETAAN PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN PADA PENYAKIT TIDAK MENULAR DI INDONESIA : SCOPING REVIEW Kezia Chrisiavinta; Puput Oktamianti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.59707

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) menyebabkan 52,2% kematian di Indonesia pada 2021 dan 43 juta kematian secara global, dengan 82% kematian dini terjadi di negara berpenghasilan menengah-rendah Meskipun cakupan Jaminan Kesehatan Nasional melampaui 95% populasi, Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat 20% penduduk usia produktif tidak mengetahui status hipertensinya dan hanya 17,9% penderita diabetes mencapai kondisi terkendali mengindikasikan akses finansial saja tidak cukup mengubah Health-Seeking Behavior (HSB) (Kementerian Kesehatan RI, 2023. Scoping review ini menggunakan kerangka Arksey & O'Malley (2005), panduan JBI, dan PRISMA-ScR. Pencarian sistematis pada empat basis data menghasilkan 48 artikel (2015-2025) yang mencakup sembilan PTM prioritas Kemenkes RI. Untuk mengukur kesenjangan representasi bukti, penelitian ini menghitung Evidence-to-Burden Ratio (rasio E/B), yaitu perbandingan antara proporsi jumlah studi pada suatu jenis PTM dengan proporsi beban prevalensi nasionalnya, rasio di atas 1 menunjukkan PTM tersebut diteliti melebihi proporsi bebannya, sedangkan rasio di bawah 1 menunjukkan PTM tersebut kurang diteliti dibandingkan bebannya. Hasil menunjukkan basis bukti terkonsentrasi tidak proporsional pada kanker (rasio E/B 20,2×, artinya diteliti dua puluh kali lebih banyak dari proporsi bebannya) dan Pulau Jawa (50,0% studi). Stroke, PPOK, asma, penyakit ginjal kronis, serta wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur hampir absen dari literatur. Kesenjangan tematik dan geografis yang teridentifikasi berpotensi melemahkan representativitas basis bukti nasional. Dibutuhkan investasi penelitian HSB yang ditargetkan pada PTM berbeban tinggi namun berbukti rendah guna memperkuat landasan kebijakan Germas dan POSBINDU PTM.