Ibu yang bekerja menghadapi tantangan unik dalam menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dan keluarga, yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan produktivitas kerja. Bukti mengenai faktor pelindung bagi populasi ini masih terbatas dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara persepsi dukungan organisasi, tekanan psikologis, dan penurunan produktivitas kerja pada ibu yang bekerja di Indonesia. Dalam studi potong-lintang (cross-sectional) ini, 163 ibu yang bekerja dari berbagai sektor pekerjaan berpartisipasi. Data dikumpulkan menggunakan tiga instrumen yang telah divalidasi: Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21; Cronbach's α=0,74), kuesioner Work Productivity and Activity Impairment (WPAI) (Cronbach's α=0,74), dan Skala Perceived Organizational Support (POS) (Cronbach's α=0,70). Uji Shapiro-Wilk mengonfirmasi distribusi data yang tidak normal; oleh karena itu, korelasi Spearman's rho digunakan untuk analisis bivariat. POS menunjukkan korelasi negatif yang signifikan dengan depresi (r=−0,391; P<0,001), kecemasan (r=−0,359; P<0,001), stres (r=−0,285; P<0,001), dan penurunan produktivitas (r=−0,306; P<0,001). Ketiga dimensi kesehatan mental tersebut saling berkorelasi kuat (r=0,683–0,738; P<0,001). Di antara variabel demografis, hanya usia yang berkorelasi signifikan dengan penurunan produktivitas (r=−0,232; P=0,003), sedangkan jumlah anak menunjukkan korelasi positif dengan POS (r=0,157; P=0,045). Persepsi dukungan organisasi memainkan peran pelindung yang signifikan terhadap tekanan psikologis dan penurunan produktivitas kerja pada ibu yang bekerja. Organisasi sebaiknya memprioritaskan peningkatan persepsi dukungan melalui kebijakan keseimbangan kerja-keluarga yang konkret dan praktik kepemimpinan yang suportif.