Keberhasilan pendidikan kesetaraan selama ini umumnya diukur berdasarkan tingkat kelulusan, sementara kajian mengenai strategi pembelajaran tutor yang berkontribusi terhadap keberhasilan lulusan dalam mencapai tujuan belajarnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran tutor dalam membangun keberhasilan lulusan di PKBM Tunas Harapan Jaya Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling yang terdiri atas pengelola PKBM, tutor, warga belajar, dan alumni. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutor menerapkan strategi pembelajaran adaptif melalui integrasi pembelajaran kontekstual, berbasis kebutuhan, dialogis, berdiferensiasi, dan kelas keterampilan yang disesuaikan dengan tujuan belajar warga belajar. Strategi tersebut berkontribusi terhadap tingkat kelulusan 100% selama 4 tahun berturut-turut, dengan 83% lulusan berhasil mencapai tujuan belajarnya, baik melanjutkan pendidikan, memperoleh pekerjaan, maupun berwirausaha. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan kesetaraan perlu dipahami melalui indikator graduate success, bukan semata-mata kelulusan akademik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori pembelajaran pendidikan nonformal dengan memperkuat konsep strategi pembelajaran adaptif yang berorientasi pada kebutuhan warga belajar dan keberhasilan lulusan sebagai luaran utama pembelajaran.