Latar Belakang: Nyeri punggung bawah merupakan keluhan umum pada pekerja manual, termasuk tenaga kerja bongkar muat yang berulang kali melakukan aktivitas mengangkat, menarik, mendorong, dan memindahkan beban. Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi Proper Body Mechanics terhadap tingkat nyeri punggung bawah pada tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Nusantara Kendari. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest dengan pengukuran berulang. Sebanyak 26 tenaga kerja dengan nyeri punggung bawah dipilih menggunakan purposive sampling dari 34 tenaga kerja yang memenuhi kriteria. Intensitas nyeri diukur menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum intervensi, 30 menit setelah edukasi (Hari ke-0), serta pada Hari ke-1, ke-2, dan ke-3. Edukasi Proper Body Mechanics diberikan melalui ceramah, demonstrasi, dan praktik yang mencakup prinsip mekanika tubuh, penilaian beban, teknik mengangkat, mendorong, menarik, menjangkau, membawa beban, dan postur kerja yang benar. Data dianalisis menggunakan uji Friedman, dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan koreksi Bonferroni (α = 0,005). Hasil: Rerata skor nyeri menurun dari 4,46 pada pretest menjadi 4,42 pada Hari ke-0, 3,83 pada Hari ke-1, 2,54 pada Hari ke-2, dan 2,12 pada Hari ke-3. Uji Friedman menunjukkan adanya perbedaan skor nyeri yang bermakna antarwaktu pengukuran (χ² = 84,78; df = 4; p < 0,001; N = 24), dengan effect size besar (Kendall’s W = 0,883). Analisis post-hoc menunjukkan penurunan nyeri yang bermakna mulai Hari ke-1 dengan effect size besar (r = 0,806–1,000). Tidak terdapat perbedaan bermakna segera setelah edukasi (pretest vs. Hari ke-0, p = 0,739) maupun antara Hari ke-2 dan Hari ke-3 setelah koreksi Bonferroni (p = 0,0075). Kesimpulan: Edukasi Proper Body Mechanics berhubungan dengan penurunan tingkat nyeri punggung bawah pada tenaga kerja bongkar muat. Intervensi ini berpotensi menjadi strategi promosi kesehatan kerja yang sederhana dan berbiaya rendah bagi pekerja manual. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain randomized controlled trial dengan kelompok kontrol dan periode follow-up yang lebih panjang.