Ketidakmampuan siswa dalam menghargai dan menerima perbedaan akan mempersulit mereka untuk bersosialisasi dengan baik di lingkungannya. Sehingga penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam berkenan dengan kesadaran siswa untuk bersikap toleransi, peran teman sebaya dalam pembentukannya, serta penerapannya dalam perspektif kewarganegaraan sosial di SMPN 15 Banjarmasin yang menunjukkan rendahnya sikap toleransi siswa di lingkungan sekolah. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan pada penelitian ini karena diperlukan metode yang menggali kedalaman informasi dari sumber data. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui runtutan proses seperti reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan bantuan perangkat lunak Nvivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kesadaran siswa dalam menerapkan sikap toleransi tergolong baik yang ditunjukkan melalui kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, berkolaborasi, memahami keberagaman, menghormati perbedaan, serta membantu dan membimbing teman; (2) teman sebaya berperan penting dalam membentuk sikap toleransi siswa melalui interaksi sosial yang mendorong sikap jujur, menghargai, berkompromi, berbagi, membangun kepercayaan, dan bekerja sama; serta (3) penerapan sikap toleransi dalam perspektif kewarganegaraan sosial tercermin melalui perilaku bekerja sama, menghormati, mendengarkan pendapat orang lain, menerima perbedaan, dan tidak memaksakan kehendak. Temuan penelitian menunjukkan kesadaran siswa dan peran teman sebaya saling berkaitan dalam mendukung penerapan nilai-nilai kewarganegaraan sosial di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Kewarganegaraan Sosial, Kesadaran Siswa, Teman Sebaya, Toleransi, Siswa SMP.