ABSTRAK Produktivitas karyawan di sektor otomotif sering kali dipengaruhi oleh kualitas pelatihan dan kondisi lingkungan kerja. Namun, kedua faktor tersebut juga dapat menimbulkan tekanan psikologis berupa stres kerja yang berpotensi memengaruhi kinerja. Permasalahan ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana pelatihan dan lingkungan kerja berinteraksi dengan stres kerja dalam membentuk kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dengan stres kerja sebagai variabel mediasi pada PT Serba Mulia Auto Cabang Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. Metode kuantitatif dengan survei digunakan terhadap 98 karyawan, dan analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan lingkungan kerja tidak secara langsung meningkatkan kinerja karyawan, tetapi lingkungan kerja berperan penting dalam membentuk kondisi psikologis melalui mekanisme stres kerja. Stres kerja terbukti menjadi jalur mediasi parsial yang menjelaskan hubungan antara lingkungan kerja dan kinerja. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemahaman bahwa peningkatan kinerja tidak hanya bergantung pada aspek teknis pelatihan, tetapi juga pada penciptaan lingkungan kerja yang sehat dan minim stres. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen perusahaan untuk lebih menekankan strategi pengelolaan lingkungan kerja sebagai upaya meningkatkan produktivitas karyawan. ABSTRACT Employee productivity in the automotive sector is often influenced by training quality and work environment conditions. However, these factors may also generate psychological pressure in the form of work stress, which can affect performance. This raises the question of how training and work environment interact with work stress in shaping employee performance. This study aims to analyze the effect of training and work environment on employee performance with work stress as a mediating variable at PT Serba Mulia Auto, Sangatta Branch, Kutai Timur Regency. A quantitative survey method was applied to 98 employees, and data were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) through SmartPLS.The findings reveal that training and work environment do not directly improve employee performance, but the work environment plays a crucial role in shaping psychological conditions through work stress. Work stress partially mediates the relationship between work environment and performance. The contribution of this study lies in highlighting that performance improvement is not solely dependent on technical training but also on creating a healthy, low-stress work environment. These insights provide practical implications for company management to prioritize workplace environment strategies as a means of enhancing employee productivity.