ABSTRAK Pertumbuhan perusahaan yang tidak dikelola secara optimal dapat meningkatkan risiko keuangan dan menyebabkan pertumbuhan yang tidak berkelanjutan. Kondisi tersebut menjadi semakin penting pada perusahaan sektor energi karena karakteristik industrinya yang padat modal, memiliki kebutuhan aset yang besar, serta dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas global. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh likuiditas, leverage, efisiensi aset, dan kebijakan dividen terhadap tingkat pertumbuhan berkelanjutan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Likuiditas diukur menggunakan Current Ratio (CR), leverage diukur menggunakan Debt to Equity Ratio (DER), efisiensi aset diukur menggunakan Total Asset Turnover (TATO), kebijakan dividen diukur menggunakan Dividend Payout Ratio (DPR), sedangkan tingkat pertumbuhan berkelanjutan diukur menggunakan model Higgins. Populasi dalam penelitian ini terdiri atas perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2025. Berdasarkan kriteria purposive sampling, diperoleh 17 perusahaan sebagai sampel dengan total 85 data observasi. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi aset dan kebijakan dividen berpengaruh signifikan terhadap tingkat pertumbuhan berkelanjutan, sedangkan likuiditas dan leverage tidak berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan berkelanjutan. ABSTRAK Company growth that is not managed optimally can increase financial risk and lead to unsustainable growth. This issue is particularly critical for companies in the energy sector due to the industry’s capital-intensive nature, its significant asset requirements, and its susceptibility to fluctuations in global commodity prices. This study aims to examined and analyze the effect of liquidity, leverage, asset efficiency, and dividend policy on sustainable growth rates in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. Liquidity is measured using the current ratio (CR), leverage is measured using debt to equity ratio (DER), asset efficiency is measured using the total assets turnover (TATO), dividend policy is measured using the dividend payout ratio (DPR), and sustainable growth rates are measured using the Higgins model. The study populations consists of energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021-2025 period. Based on purposive sampling criteria, 17 companies were selected with a total of 85 samples. The analysis tool used was SPSS software version 27. The results show that asset efficiency and dividend policy have a significant effect on the sustainable growth rate, whereas liquidity and leverage do not have an effect on the sustainable growth rate.