ABSTRAK Perkembangan digitalisasi dalam kegiatan usaha mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan aktivitas dan pendapatan usaha. Namun, pemanfaatan teknologi digital tidak selalu memberikan dampak yang sama terhadap pendapatan UMKM karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penggunaan e-commerce, penggunaan QRIS, tingkat pendidikan, dan lokasi usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh e-commerce, penggunaan QRIS, tingkat pendidikan, dan lokasi usaha terhadap pendapatan UMKM di Kecamatan Pakal, Kota Surabaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan pendapatan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital, kualitas sumber daya manusia, dan lokasi usaha yang strategis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 143 responden dari 219 UMKM yang dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-commerce, penggunaan QRIS, tingkat pendidikan, dan lokasi usaha masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Secara simultan, keempat variabel juga berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM. Hasil ini menunjukkan bahwa optimalisasi teknologi digital, peningkatan pendidikan pelaku usaha, dan lokasi usaha yang strategis dapat meningkatkan pendapatan UMKM. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah melalui peningkatan literasi digital, perluasan QRIS, dan pelatihan UMKM. ABSTRACT Advances in digitalization in business operations are encouraging Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to leverage technology to boost their business activities and revenue. However, the use of digital technology does not always have the same impact on MSME revenue, as it is influenced by various factors, such as the use of e-commerce, the use of QRIS, educational attainment, and business location. This study aims to analyze the effect of e-commerce, QRIS usage, education level, and business location on MSME income in Pakal District, Surabaya City. The study is motivated by the importance of increasing MSME income through digital technology adoption, human resource quality improvement, and strategic business locations. This research employed a quantitative approach using a survey method involving 143 respondents from 219 MSMEs selected using the Slovin formula and purposive sampling technique. Primary data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results show that e-commerce, QRIS usage, education level, and business location each have a positive and significant effect on MSME income. Simultaneously, these variables also significantly affect MSME income. These findings imply that digital technology optimization, higher education levels, and strategic business locations can improve MSME income. Therefore, government support is needed through digital literacy enhancement, wider QRIS adoption, and MSME capacity-building programs.