Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penyebaran gumpalan termal dan meneliti hubungannya dengan struktur komunitas plankton di perairan pantai Lombok. Penelitian ini menggunakan data pemantauan lingkungan sekunder yang dikumpulkan pada Mei 2025 dan pemodelan numerik dua dimensi menggunakan MIKE 21 untuk mensimulasikan sirkulasi hidrodinamik dan transportasi termal. Struktur komunitas plankton dievaluasi menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, keseragaman, dan dominasi, sedangkan hubungan antara variabel lingkungan dan plankton dinilai menggunakan korelasi peringkat Spearman dan Analisis Korespondensi. Hasil menunjukkan bahwa penyebaran gumpalan termal terutama dikendalikan oleh arus pasang surut, sirkulasi permukaan, dan angin, menghasilkan massa air hangat yang memanjang sejajar dengan garis pantai dengan suhu tertinggi tetap terlokalisasi di dekat muara. Area gumpalan yang dimodelkan didominasi oleh kelas suhu 30-30,5 °C, meliputi 62,21-66,06 km2 di seluruh fase hidrodinamik, sedangkan zona suhu yang lebih tinggi terbatas secara spasial. Keanekaragaman plankton berkisar antara 1,93 hingga 2,21, keseragaman antara 0,86 hingga 0,96, dan dominasi antara 0,12 hingga 0,17, menunjukkan komunitas yang cukup beragam dan relatif stabil. Suhu tidak berkorelasi signifikan dengan keanekaragaman (r = 0,00; p > 0,05), tetapi menunjukkan hubungan positif yang kuat dengan keseragaman (r = 0,95; p = 0,05). Secara keseluruhan, dinamika komunitas plankton di area penelitian dipengaruhi tidak hanya oleh paparan termal, tetapi juga oleh kondisi nutrisi dan proses hidrodinamika lokal.