Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELATIHAN ECOPRINT BERBASIS DAUN MANGGA UNTUK PENGUATAN KETERAMPILAN KREATIF PKK DESA PENOMPO Afiyah Candra Ayu Rahman; Ulwiyatul Masfufah; Amanda Nur Febrianti; Djoko Soelistya
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4562

Abstract

Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kreatif kelompok PKK Desa Penompo dalam memanfaatkan daun mangga sebagai material ecoprint melalui teknik pounding serta mengenalkan potensi pengembangan produk kreatif berbasis sumber daya lokal. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis praktik (experiential learning) melalui tahapan identifikasi potensi, sosialisasi dan edukasi, demonstrasi, praktik pounding secara berkelompok, pendampingan dan monitoring, evaluasi produk, orientasi nilai ekonomi, serta tindak lanjut. Kegiatan melibatkan sekitar 30 anggota PKK Desa Penompo, dengan evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi keterlibatan peserta, kemampuan mengikuti proses praktik, dokumentasi kegiatan, serta penilaian visual terhadap hasil ecoprint berdasarkan keterbacaan bentuk daun, komposisi motif, kerapian, ketajaman warna, dan kejelasan struktur tulang daun. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti tahapan pembuatan ecoprint dengan teknik pounding, mulai dari menata daun mangga pada kain, melakukan pemukulan, hingga menghasilkan motif daun yang dapat dikenali pada kain. Peserta juga menunjukkan keterlibatan aktif selama proses edukasi dan praktik serta memperoleh pengalaman langsung dalam mengubah daun mangga yang sebelumnya belum dimanfaatkan menjadi material kreatif. Simpulan menunjukkan bahwa pelatihan ecoprint berbasis daun mangga dapat menjadi sarana penguatan keterampilan kreatif dan pemanfaatan potensi lokal kelompok PKK Desa Penompo, dengan kain yang dihasilkan sebagai prototipe edukatif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui peningkatan konsistensi teknik, diversifikasi produk, standardisasi kualitas, dan pendampingan menuju pengembangan ekonomi kreatif.