Pendahuluan: Hiperurisemia berkaitan dengan stres oksidatif dan respons inflamasi, sedangkan rasio neutrofil-limfosit (NLR) merupakan penanda inflamasi sistemik yang mudah diperoleh. Bukti mengenai hubungan kadar asam urat dengan NLR pada populasi laki-laki yang relatif asimtomatik dan menjalani pemeriksaan kesehatan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar asam urat dengan NLR pada pasien laki-laki di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang ini menggunakan data sekunder rekam medis pasien laki-laki yang menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta pada Januari–Februari 2025. Subjek dipilih secara consecutive sampling. Data kadar asam urat dan hitung jenis leukosit dianalisis pada 98 pasien yang memenuhi kriteria. Hubungan kadar asam urat dengan NLR dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Rerata kadar asam urat adalah 6,25 ± 0,93 mg/dL dan median NLR 1,65 (rentang 0,72–4,14). Tidak terdapat korelasi bermakna antara kadar asam urat dan NLR (rₛ=0,030; p=0,746). Analisis sensitivitas pada 78 pasien tanpa hipertensi maupun diabetes melitus juga menunjukkan korelasi yang tidak bermakna (rₛ=0,087; p=0,447). Simpulan: Kadar asam urat tidak berkorelasi secara bermakna dengan NLR pada pasien laki-laki yang menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.