Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang sering dijadikan aset perlindungan (safe haven) ketika terjadi ketidakpastian ekonomi global. Namun, perilaku emas sebagai safe haven tidak selalu menunjukkan pola yang konsisten pada setiap periode waktu, sehingga diperlukan metode analisis yang mampu mengidentifikasi pola tersebut secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku emas sebagai asset safe haven melalui pendekatan K-Means Clustering berbasis indikator ekonomi global menggunakan dataset historis dari Kaggle berjudul Gold Price and Global Economic Indicators 2015–2026 yang terdiri dari 4.137 observasi harian. Variabel yang digunakan mencakup harga emas (XAU/USD), indeks dolar Amerika Serikat (DXY), harga minyak mentah, dan tingkat inflasi. Proses analisis mengikuti kerangka kerja CRISP-DM dengan evaluasi menggunakan Elbow Method, Davies-Bouldin Index, dan Silhouette Score yang menghasilkan nilai tertinggi sebesar 0,3867 pada k=3. Hasil analisis menunjukkan tiga cluster optimal yang merepresentasikan kondisi ekonomi berbeda, yaitu Safe Haven Penuh (Inflasi Tinggi), Penguatan Emas Tanpa Tekanan Inflasi, dan Dominasi Dolar AS. Indeks dolar Amerika Serikat terbukti menjadi faktor paling dominan dengan korelasi negatif sangat kuat sebesar -0,948, sementara inflasi memiliki pengaruh linear yang sangat lemah terhadap harga emas. Hasil penelitian diimplementasikan dalam aplikasi berbasis web menggunakan Streamlit sebagai alat bantu rekomendasi keputusan investasi emas secara interaktif.