Keberhasilan budidaya tanaman cabai sangat bergantung pada kondisi tanah, sementara di lapangan pemantauannya masih banyak mengandalkan cara manual melalui pengambilan sampel secara berkala. Akibatnya, informasi mengenai kondisi lahan kerap terlambat diperoleh dan perubahan pada tanah tidak dapat terdeteksi secara langsung. Kondisi ini pada akhirnya membuat keputusan terkait pemupukan maupun irigasi menjadi kurang tepat waktu, sehingga dibutuhkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat memantau kondisi tanah secara otomatis dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan membangun sistem monitoring kesuburan tanah berbasis IoT dengan memanfaatkan ESP32 dan sensor tanah RS485 untuk memperoleh data kondisi tanah secara real-time pada budidaya cabai. Tahapan yang diterapkan meliputi analisis kebutuhan, desain, implementasi, hingga pengujian sistem. Dalam pengembangannya, ESP32 berperan sebagai pengendali utama, sensor tanah RS485 7-in-1 sebagai perangkat pengumpul data, protokol MQTT sebagai media transmisi data, sementara Python Backend, MySQL, InfluxDB, REST API, dan dashboard web berfungsi sebagai komponen pengelolaan dan penyajian data. Evaluasi sistem dilakukan melalui tiga jenis pengujian, yaitu monitoring sensor, komunikasi MQTT, serta layanan REST API. Dari hasil pengujian, sistem terbukti mampu memantau tujuh parameter tanah secara real-time dengan seluruh komponennya terintegrasi dengan baik. Komunikasi data via MQTT berlangsung stabil dengan keberhasilan pengiriman mencapai 100%, layanan REST API mampu menyajikan data secara konsisten ke dashboard, dan dashboard berhasil menampilkan kondisi tanah secara real-time bagi pengguna. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan terbukti dapat mendukung monitoring kondisi tanah secara real-time dan berfungsi sebagai media pemantauan pada budidaya cabai, sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut menjadi bagian dari sistem pendukung keputusan maupun penerapan pertanian presisi.